Sidak Penjualan Daging Anjing di Denpasar, Ini Yang Ditemukan oleh Tim Gabungan

Sukerni menegaskan daging anjing bukanlah merupakan produk pangan dan bukan pangan yang layak untuk dimakan.

Sidak Penjualan Daging Anjing di Denpasar, Ini Yang Ditemukan oleh Tim Gabungan
Tribun Bali / Wema Satyadinata
Tim dari Dinas peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bali, Polda Bali dan Satpol PP Provinsi Bali menggelar sidak terhadap aktivitas penjualan daging anjing di Jalan Hayam Wuruk Denpasar, Bali, Selasa (23/4/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR–Tim yang terdiri dari Dinas peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bali, Polda Bali dan Satpol PP Provinsi Bali menggelar sidak terhadap aktivitas penjualan daging anjing di Bali.

Adapun tempat yang didatangi adalah warung makanan yang berlokasi di Jalan Hayam Wuruk Denpasar, Bali, Selasa (23/4/2019).

Kabid Kabid Kesehatan Hewan, Kesehatan Masyarakat Viteriner dan Pengolahan Pemasaran, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bali drh. Ni Made Sukerni mengatakan sidak ini dilakukan dalam rangka memberikan pembinaan di beberapa tempat yang dicurigai menjual daging anjing.

Mereka diimbau untuk tidak lagi menjual daging anjing.

Apabila saat dilakukan monitoring mereka ketahuan menjual daging anjing lagi maka akan dilakukan tindakan sesuai dasar hukum yang berlaku.

Sukerni menegaskan daging anjing bukanlah merupakan produk pangan dan bukan pangan yang layak untuk dimakan.

Kemudian tata cara pemotongannya juga tidak sesuai dengan kaidah, yaitu dengan cara dipukul dan dipentong.

“(Daging anjing) Itu bukan ternak yang lazim untuk dimakan. Dalam undang-undang pangan menyatakan yang boleh dimakan adalah pangan yang sehat dan utuh, sedangkan daging anjing tidak,” tegas dia.

Walaupun dalam sidak yang dilakukan tim Pemprov tidak ditemukan adanya aktvitas penjualan daging anjing lagi, pemilik warung tetap diingatkan dan diberi pembinaan.

Mereka diimbau mengganti menu makanannya menjadi daging ayam, bebek, sapi atau Babi.

Halaman
123
Penulis: Wema Satya Dinata
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved