33 Atlet Bali Dikirim Kejurnas Renang 2019, Pengprov Berharap Pertahankan Gelar Tahun Lalu

33 atlet renang Bali yang terdiri dari 21 orang grade 1 dan 12 orang grade 2 maupun grade 3 dikirim untuk mengikuti Kejurnas Renang dan Pra PON 2019

33 Atlet Bali Dikirim Kejurnas Renang 2019, Pengprov Berharap Pertahankan Gelar Tahun Lalu
Tribun Bali/Putu Dewi Adi Damayanthi
Atlet renang Bali dalam acara pelepasan atlet di ruang rapat KONI Bali, Denpasar, Bali, Selasa (23/4/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Sebanyak 33 atlet renang Bali yang terdiri dari 21 orang grade 1 dan 12 orang grade 2 maupun grade 3, akan dikirim oleh Pengprov Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) Bali untuk mengikuti Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Renang 2019 sekaligus Pra PON 2019 cabor renang  di Jakarta pada tanggal 25-28 April 2019.

Pada Kejurnas Renang 2018 lalu, Bali mendapatkan peringkat kedua dengan 42 emas, 34 perak dan 25 perunggu.

Bali pun hanya selisih 1 medali emas dengan peringkat pertama di Kejurnas 2018 lalu, yaitu  Jawa Timur yang memperoleh 43 emas, 27 perak dan 38 perunggu.

Ketua Umum Pengprov PRSI Bali, I Nyoman Agus Ariadi (49) berharap dan menargetkan pada Kejurnas Renang 2019 ini Bali dapat mempertahankan prestasi tersebut atau mendapatkan prestasi yang lebih baik lagi.

“Tahun lalu kan Bali peringkat dua nasional, jadi tahun ini tetap kepingin itu bisa kita dipertahankan, bahkan kalau bisa kita menyodok ke peringkat satu,“ ucapnya di ruang rapat KONI Bali, Denpasar, Selasa (23/4/2019).

Baca: Ramalan Zodiak Hari Ini Rabu 24 April 2019 Ada Yang Penuh Emosi Hari Ini

Baca: Curhat Tim Sukses yang Gagal Raup Suara Hingga Alami Stres, Datangi Ustaz Bushtomi & Jalani Terapi

Ia merasa lawan terberat Bali di Kejurnas Renang 2019 ini ialah Jakarta dan Jawa Timur karena kemungkinan dua provinsi tersebut akan mengirim atlet lebih banyak daripada Bali.

“Lawan terberat kita tetap tuan rumah yaitu Jakarta kemudian Jawa Timur, itu saja yang harus kita waspadai dalam Kejurnas 2019 ini. Kondisi kita sekarang kan anak-anak lagi ujian nasional, sedangkan Jakarta sendiri sebagai tuan rumah kan atletnya siap untuk bertanding di hari pertama. Kalau Jawa Timur, dari sisi pembinaan sebenarnya kita tidak kalah jauh, cuma dari sisi jumlah atlet ia lebih banyak mengirim, dan Jakarta sebagai tuan rumah pasti mengirim atlet lebih banyak dibandingkan kita,“ katanya.

Ia pun menaruh harapan besar pada beberapa atlet renang Bali untuk bisa lolos Pra PON 2019 dan dapat menorehkan prestasi di PON 2020 nanti.

“Kita berharap ada beberapa atlet yang bisa kita loloskan, kayak beberapa tahun lalu ada 9 atlet lah. Untuk tahun ini kita patok nama Pande Made Iron Digjaya yang memang kita harapkan di gaya dada 200 meter bisa menyumbangkan medali untuk Bali di PON 2020 nanti. Di peringkat nasional Iron kan peringkat satu dan lawannya dia hanya satu, dari hasil kejuaraan kemarin kita lihat catatan waktunya Iron lebih baik, kita berharap Iron lebih meningkat lagi menjelang PON 2020 ini, jadi harapan kita besar kepada Iron di PON nanti. Untuk atlet renang putri memang masih ada nama Eva Lilian Van Leenen yang kita harap dia bisa mempertahankan medali emas yang pernah ia dapat waktu PON 2016 di Jabar. Ada juga beberapa nama yang kita harap membuat kejutan nantinya, kayak Agus Nuarta, Fauzan Athaya, Wirawan, Gung Oka, mereka atlet yang sedang berlatih dan dilatih oleh pelatih nasional,“ jelasnya.

Baca: Polytron Raih Penghargaan dari Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam Indonesia Industrial Summit 2019

Baca: Youtuber Ian Wibowo Gunakan Peralatan Syuting Seharga Rp 2 M, Ari Wibowo: Keren!

Disisi lain, Ketua Umum KONI Bali, Ketut Suwandi berharap pada Kejurnas Renang 2019 tersebut para atlet maupun kontingen Bali mendapatkan hasil yang lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.

“Harapan saya (Bali) akan menjadi lebih baik, karena kualitas yang saya tahu sekarang sudah meningkat, peran serta motivasi dari seluruh stakeholder juga meningkat, karena itu harapan saya pertama untuk Pra PON 2019 ini akan bisa lolos sebanyak-banyaknya, tetapi lolos dengan peringkat satu, dua dan tiga, jangan ada peringkat empat, lima dan seterusnya. Peringkat satu, dua dan tiga memiliki harapan terbuka pintunya untuk mengikuti PON 2020 di Papua nanti,” katanya.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada orangtua para atlet renang Bali yang selalu mendukung kegiatan dari atlet-atlet renang Bali ini.

“Kami berterima kasih kepada semuanya, terutama kepada orangtua atlet, ini luar biasa, dan kita juga sudah memanfaatkan kesempatan yang baik dimana di kolam renang Blahkiuh, di sana itu ada pelatih nasional, itu sangat memberikan kontribusi kepada teman-teman baik itu pelatih, pengurus maupun para atlet bagaimana meningkatkan kualitas prestasi mereka dan nyatanya di PON tahun 2016 kemarin Bali bisa menelurkan atlet renang yang meraih medali emas pertama dalam sejarah, dan kita ke depannya lebih yakin lagi karena anak-anak punya motivasi, semangat, disiplin dan ingin maju itu luar biasa, karena itulah melalui Kejurnas ini saya harapkan para atlet bisa mengharumkan nama Bali di kancah nasional,” tuturnya.(*)

Penulis: Putu Dewi Adi Damayanthi
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved