Akan Gelar Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Serli, Kodok Ternyata Lakukan Penganiayaan Selama 1 Jam

Aparat kepolisian Sektor Kota Singaraja akan menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan Ni Made Ayu Serli Mahardika (20) pekan depan.

Akan Gelar Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Serli, Kodok Ternyata Lakukan Penganiayaan Selama 1 Jam
Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Kodok, pelaku pembunuh mahasiswi Undiksha, Ni Made Ayu Serli Mahardika 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Aparat kepolisian Sektor Kota Singaraja akan menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan Ni Made Ayu Serli Mahardika (20) pekan depan.

Rekonstruksi ini digelar agar berkas Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dapat segera dikirim ke kejaksaan untuk ditindaklanjuti.

Kasubag Humas Polres Buleleng, Iptu Sumarjaya ditemui Selasa (23/4) mengatakan, hasil autopsi terhadap jenazah Serli telah diserahkan oleh pihak medis RSUP Sanglah dan diterima oleh penyidik Polsek Kota Singaraja.

Dari hasil autopsi itu, terkuak bahwa mahasiswi semester IV, Jurusan Pendidikan Fisika, Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) , Singaraja itu meregang nyawa lantaran adanya hambatan dan penekanan jalan napas yang menimbulkan mati lemas (kehabisan oksigen).

"Hasil visum karena kehabisan oksigen, berarti karena dibekap oleh pelaku dengan bantal sehingga menyebabkan korban meninggal dunia. Modus lain tidak ada. Jadi pelaku nekat membunuh korban lantaran cemburu. Rekonstruksi akan digelar akhir bulan, habis penghitungan pemilu," katanya.

Baca: Aksi Kodok Saat Habisi Nyawa Mahasiswi Ayu Serli Mahardika akan Direka Ulang Pekan Depan

Sementara pelaku berinisial KIJ alias Kodok hingga saat ini masih berada di sel tahanan Polsek Kota Singaraja.

Polisi pun belum  menemukan indikasi atau ciri-ciri psikopat pada pelaku.

"Narkoba juga sementara belum ada. Masih dalam tahap pengembangan. Tes psikologi juga sementara belum dibutuhkan karena pelaku sudah terus terang mengakui perbuatannya," tutupnya.

Serli ditemukan tewas di dalam kamar kosnya, di Jalan Wijaya Kusuma, Kecamatan/Kabupaten Buleleng, Kamis (11/4) siang.

Perempuan asal Banjar Dinas Senganan Kanginan, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan ini tewas akibat dibunuh oleh pacarnya bernama Kodok.

Halaman
12
Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved