Anak Ketua Dewan Klungkung Divonis 8 Bulan Penjara oleh Hakim, Putu Sweta Beri Jawaban Begini

I Putu Sweta Aprilia alias Tu Anik (24) menjalani sidang putusan di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Selasa (23/4).

Anak Ketua Dewan Klungkung Divonis 8 Bulan Penjara oleh Hakim, Putu Sweta Beri Jawaban Begini
Tribun Bali/Putu Candra
Vonis - Putu Sweta menjalani sidang vonis pada Selasa (23/4/2019). Ia divonis 8 bulan penjara karena terbukti menyalahgunakan narkotik jenis sabu. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - I Putu Sweta Aprilia alias Tu Anik (24) menjalani sidang putusan di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Selasa (23/4).

Dalam pembacaan amar putusan, hakim menjatuhkan vonis delapan bulan penjara terhadap anak dari ketua DPRD Klungkung itu.

Putu Sweta dinyatakan terbukti bersalah menyalahgunakan narkotik jenis sabu-sabu.

Baca: Begini Pengakuan Pedagang Daging Anjing Selama 24 Tahun di Bali, Theodorus Beberkan Fakta Ini

Atas vonis dari majelis hakim pimpinan Bambang Ariputra, terdakwa tanpa didampingi penasihat hukum menerima.

"Saya menerima Yang Mulia," ucap Putu Sweta sembari menganggukkan kepalanya kepada kepada majelis hakim.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Gusti Rai Artini masih pikir-pikir atas vonis itu.

Vonis majelis hakim lebih ringan empat bulan dibandingkan tuntutan jaksa12 bulan.

"Hal meringankan, terdakwa bersikap sopan, mengakui dan menyesali perbuatannya. Terdakwa belum pernah dihukum," papar Hakim Ketua Bambang Ariputra.

Baca: Jokowi Antusias Bangun Pusat Kebudayaan Bali, Dibangun di Lahan Seluas 292 Hektar di Klungkung

Dari sejumlah pertimbangan dan unsur yang telah terpenuhi, terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana penyalahgunaan narkotik bagi diri sendiri dengan barang bukti 0,28 gram netto.

Oleh karenanya, ia dijerat Pasal 127 ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotik.

"Mengadili, menjatuhkan pidana dengan pidana delapan bulan, dikurangi selama menjalani masa tahanan sementara. Dengan perintah terdakwa tetap ditahan," tegas Hakim Ketua Bambang Ariputra.

Sebelumnya, Putu Sweta ditangkap lantaran memiliki dua paket sabu 0,28 gram yang dia akui dibeli dari seseorang seharga Rp 1,3 juta.

Kasus ini sempat mencuat lantaran sehari sebelum kasusnya dirilis di Polresta Denpasar pada awal Desember 2018, Ketua DPRD Klungkung Wayan Baru membantah bahwa Sweta adalah putranya.

Bahkan, Wayan Baru sempat menyebutkan yang ditangkap adalah anak sepupunya. Sedangkan anak kandungnya sedang bekerja di kapal pesiar.

Namun, setelah Kapolresta Denpasar AKBP Ruddi Setiawan merilis kasusnya, Putu Sweta adalah anak Ketua DPRD Klungkung, barulah Wayan Baru mengakui jika itu adalah benar anaknya. (*) 

Penulis: Putu Candra
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved