Begini Pengakuan Pedagang Daging Anjing Selama 24 Tahun di Bali, Theodorus Beberkan Fakta Ini

Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bali, Polda Bali dan Satpol PP Bali menggelar sidak terhadap aktivitas penjualan daging anjing

Begini Pengakuan Pedagang Daging Anjing Selama 24 Tahun di Bali, Theodorus Beberkan Fakta Ini
Tribun Bali
Papan petunjuk lokasi penjualan menu daging anjing di Denpasar 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR --  Tim gabungan dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bali, Polda Bali dan Satpol PP Bali menggelar sidak terhadap aktivitas penjualan daging anjing (RW).

Sejumlah penjual daging anjing sudah beralih dari daging anjing menjadi daging ayam dan babi.

Warung yang kemarin disidak adalah warung milik Benyamin Takapente.

Benyamin mengatakan bersedia untuk menghentikan operasional penjualan daging anjing dan sudah tidak berjualan daging anjing sejak akhir tahun 2018.

“Kalau sudah peraturan, kami ikuti,” ujar Benyamin, Selasa (23/4).

Untuk itu, ia pun mengganti menu makanan yang dijualnya dari daging anjing menjadi daging ayam dan daging babi.

Kabid Kesehatan Hewan, Kesehatan Masyarakat Viteriner dan Pengolahan Pemasaran, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bali drh Ni Made Sukerni menyatakan daging anjing bukanlah untuk dikonsumsi, sehingga tidak layak dijual kepada masyarakat.

Sebelumnya tim dari Dinas Pertanian dan Satpol PP Kota Denpasar juga sudah memberikan pembinaan.

Namun karena disinyalir masih ada penjualan daging anjing, maka tim dari Pemerintah Provinsi Bali mengambil alih permasalahan ini.

“Tentunya di kemudian hari kalau masih ditemukan penjualan daging anjing, maka akan ditindak lanjuti dengan hukum yang berlaku,” tegasnya.

Halaman
12
Penulis: Wema Satya Dinata
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved