Desak Meisa Terpilih Mengikuti Pra PON 2019, Bersyukur dan Bangga Jadi Wakil Bali

Atlet tenis lapangan Buleleng, Desak Meisa Apradita Pramestika (18) merupakan salah satu atlet yang terpilih mengikuti Pra PON 2019

Desak Meisa Terpilih Mengikuti Pra PON 2019, Bersyukur dan Bangga Jadi Wakil Bali
Dok Pribadi Desak Meisa Apradita Pramestika
Atlet tenis lapangan Buleleng, Desak Meisa Apradita Pramestika. Desak Meisa Terpilih Mengikuti Pra PON 2019, Bersyukur dan Bangga Jadi Wakil Bali 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Atlet tenis lapangan Buleleng, Desak Meisa Apradita Pramestika (18) merupakan satu di antara petenis Bali yang terpilih untuk mengikuti Pra PON 2019, yang rencananya berlangsung di Palembang, Sumatera Selatan pada Agustus 2019 mendatang.

Meisa bercerita bahwa ia merasa senang dan bersyukur bisa terpilih mengikuti Pra PON 2019 nanti.

“Saya pribadi merasa bersyukur bisa mendapatkan kesempatan untuk mewakili Bali di Pra PON 2019, saya baru pertama kali ikut Pra PON, dan target saya bisa meloloskan Bali ke PON 2020,” ucapnya saat dihubungi Tribun Bali, Rabu (24/4/2019).

Gadis berkulit sawo matang ini bercerita, saat ini ia masih melakukan latihan seminggu empat kali di Buleleng.

“Kalau untuk Pra PON persiapannya latihan saja sih. Latihan Pra PON di sini disesuaikan dengan latihan Porprov, jadi latihannya seminggu itu empat kali, latihan fisiknya hari Kamis, latihan teknik dan latihan mainnya hari Selasa, Sabtu sama Minggu,” katanya.

Baca: Kunjungi SMKN 5 Denpasar, Menteri Kesehatan Singgung Masalah Bullying di Indonesia

Baca: Eksplorasi Lilipaly, Siap Bermain 100 Persen di Posisi 9

Untuk menjaga kondisi fisiknya agar tetap fit saat menjalani latihan, Meisa meminum vitamin dan menjaga pola makan.

Walau mahasiswi Universitas Udayana ini baru pertama kali terpilih mengikuti Pra PON, namun sebelumnya ia telah memiliki pengalaman mengikuti kejuaraan-kejuaraan nasional maupun daerah, seperti Kejurnas Tenis Lapangan 2018 di  Magelang, Jawa Tengah, dan berhasil memperoleh medali perunggu di kategori tunggal putri KU-18.

Karena pengalaman tersebut ia sudah memiliki sedikit gambaran tentang lawan-lawan yang akan dihadapi nanti di Pra PON 2019.

Meisa merasa atlet dari Kalimantan Timur akan menjadi lawan terberatnya di Pra PON 2019.

Baca: Dosen Politeknik Nasional Denpasar Raih Penghargaan Green Microentrepreneur Dalam Ajang CMA

Baca: Ajun Perwira Resmi Nikahi Janda Kaya Raya di Bali, Menahan Tangis saat Ucapkan Ini pada Sang Istri

“Yang jadi lawan terberat nanti di Pra PON 2019 mungkin atlet dari Kalimantan Timur (Kaltim), soalnya ada satu pemain bagus yang saya kenal di sana dan dia itu senior saya lagi 1 tahun, menurut saya mainnya bagus banget,” ucapnya.

Saat ini ia mengaku tetap semangat untuk melakukan latihan agar bisa mencapai target yang ia inginkan.

Ia berkata semangatnya muncul karena melihat idolanya yaitu petenis asal Rusia, Maria Sharapova yang tetap semangat melakukan latihan walaupun sudah memiliki prestasi di tingkat internasional.

“Yang bikin saya semangat terus ya karena kayak ada rasa gak puas gitu, masa cuma segini sudah berhenti sih, kan belum sampai kayak idolanya, idola saya kan kayak Maria Sharapova, Maria Sharapova saja masih giat banget latihan, masa saya yang jauh banget daripada dia malas-malasan, jadi saya kayak termotivasi,“ tuturnya.(*)

Penulis: Putu Dewi Adi Damayanthi
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved