Pemilu 2019

Dua Bulan Jelang Pensiun, Nyoman Astawa Sering Bilang Ingin Pergi Jauh, KIsah Pengawas TPS Meninggal

Keluarganya mengenang sosok I Nyoman Astawa sebagai pribadi yang ramah, selalu mementingkan kepentingan orang lain

Dua Bulan Jelang Pensiun, Nyoman Astawa Sering Bilang Ingin Pergi Jauh, KIsah Pengawas TPS Meninggal
Tribun Bali/Noviana Windri Rahmawati
Keluarga I Nyoman Astawa saat ditemui Tribun Bali di di Gang Munduk, Jalan Bedahulu XXI, Peguyangan, Denpasar Utara, Denpasar, Bali, Rabu (24/4/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Noviana Windri Rahmawati

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - I Nyoman Astawa (54), pengawas TPS 33 meninggal dunia pada Minggu (21/4/2019).

Diketahui, I Nyoman Astawa merupakan Kepala Lingkungan (Kaling) Banjar Tag Tag Tengah, Denpasar Utara.

Ia juga sebagai ketua Bank Sampah Abukasa.

Rabu (24/4/2019) sore, Tribun Bali mengunjungi rumah I Nyoman Astawa dan disambut dengan senyuman ramah anggota keluarga yang saat itu tengah berkumpul di tempat kerja almarhum.

Rumahnya yang sekaligus sebagai tempat Bank Sampah Abukasa terletak di Gang Munduk, Jalan Bedahulu XXI, Peguyangan, Denpasar Utara, Denpasar, Bali.

Baca: Meski Bermanfaat Bagi Kesehatan, Ini Fakta Air Rendaman Rambut Jagung yang Harus Diketahui

Baca: Video Masturbasi Viral hingga Seret Namanya, Ini Komentar Daniel Wenas dengan Nada Tinggi

Keluarganya mengenang sosok I Nyoman Astawa sebagai pribadi yang ramah, selalu mementingkan kepentingan orang lain dan tipe yang selalu menyelesaikan masalah sendiri.

"Bapak orang yang tidak pernah mengeluh, sangat sabar. Lebih mementingkan orang lain ketimbang diri sendiri. Kalau pun bapak tidak ada di rumah, tapi ada saudara, warga apalagi orangtua yang membutuhkan Bapak, pasti Bapak selalu berusaha untuk ada di rumah. Pengabdian Bapak sebagai Kaling menurut saya adalah pengabdian yang luar biasa," jelas Ade Sahasrara (23), anak kandung I Nyoman Astawa.

Ade menuturkan, I Nyoman Astawa adalah orangtua yang selalu mengajarkan anak-anaknya untuk sabar.

"Setelah kehilangan ini ya, keluarga besar dan semuanya terpukul semua. Karena Bapak juga sebagai Kaling, sekarang Bapak sudah nggak ada ya, berat rasanya," tambahnya.

Halaman
12
Penulis: Noviana Windri
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved