Melarat di Pulau Surga

Kisah Nyoman Kariada Tidur di Lantai Beralas Spanduk, Sekeluarga Hidup Miskin & Berpindah

Nyoman Kariada (48), harus rela tidur beralas spanduk.Dingin angin tiap malam menusuk tubuhnya. Hal ini terpaksa dilakukannya karena ia tidak

Kisah Nyoman Kariada Tidur di Lantai Beralas Spanduk, Sekeluarga Hidup Miskin & Berpindah
Tribun Bali/I Made Ardhiangga
MELARAT - Kariada menunjukkan gubuk tempat tinggalnya yang tak layak huni, Selasa (23/4/2019). Keluarga miskin ini bahkan tidak memiliki lahan untuk membangun rumah. Mereka menumpang di lahan warga lain. 

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Nyoman Kariada (48), harus rela tidur beralas spanduk.

Dingin angin tiap malam menusuk tubuhnya.

Hal ini terpaksa dilakukannya karena ia tidak memiliki rumah layak huni untuk tinggal.   

Warga Banjar Kaleran, Desa Yehembang, Kecamatan Mendoyo, Jembrana ini tinggal menumpang di gubuk milik warga lainnya sejak empat tahun lalu.

Hanya ada satu dipan rapuh. Ia berikan untuk istri dan tiga anaknya. Sementara Kariada tidur di lantai.

Saat tidur mereka pun berdesakan. Sedangkan anak pertamanya, Pande Putu Ayu Puspa Widyantari sudah bekerja di Denpasar.

"Selama ini pindah-pindah tempat tinggal. Syukurnya anak-anak masih bisa makan dan sekolah," ucap Kariada, Selasa (23/4).

Kariada tak adalah pribadi yang tegar. Ia tak mau mengeluh dan memilih bekerja agar setidaknya keluarganya bisa makan.

Dengan segala keterbatasan, ia masih menyimpan asa menyekolahkan anaknya hingga perguruan tinggi.

Kariada berusaha mewujudkan cita-citanya agar anak-anaknya tidak merasakan kehidupan yang sulit seperti saat ini mereka rasakan.

Halaman
12
Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved