Sipir LP Kerobokan Dipecat dari PNS, Made Teguh Tertangkap Jadi Kurir Pemasok Narkoba bagi Napi

Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Bali memberhentikan secara tidak terhormat sipir Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Kerobokan

Sipir LP Kerobokan Dipecat dari PNS, Made Teguh Tertangkap Jadi Kurir Pemasok Narkoba bagi Napi
Tribun Bali/I Nyoman Mahayasa
Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali Brigjen Pol Putu Gede Suastawa memperlihatkan barang bukti paket narkoba dengan tersangka pengedar Made Teguh (kiri) dan rekannya Surya Adi (kedua kiri) dalam konferensi pers di kantor BNN Provinsi Bali, Bali, Senin (22/4/2019). Made Teguh yang juga sipir Lapas Kelas IIA Denpasar tersebut ditangkap bersama rekannya karena diduga sebagai jaringan pengedar narkoba yang berupaya menyelundupkan 590 ekstasi ke dalam lapas. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, M. Firdian Sani

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR -  Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Bali memberhentikan secara tidak terhormat sipir Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Kerobokan bernama Made Teguh Kuri Raharja (27).

Made Teguh merupakan kurir narkoba  yang membawa masuk 590 butir pil ekstasi untuk diserahkan kepada narapidana bernama Surya Adi.  

"Kami memberikan sanksi tegas kepada petugas sipir yang ditangkap ini dengan dibehentikan dari PNS di Lapas Kerobokan," kata Kepala Kanwil Kemenkumham Bali, Sutrisno dalam konferensi pers di Denpasar, Selasa (23/4). 

Sutrisno menjelaskan, Made Teguh sudah ditangkap dan ditetapkan menjadi tersangka.

Pihaknya mengikuti proses hukuman tersangka hingga ke pengadilan. 

"Sekarang tersangka masih diproses di BNN Bali,” katanya. 

Saat ditanya soal  kesejahteraan para sipir di lapas setempat, Sutrisno menjelaskan,  oknum sipir yang diangkat menjadi PNS sejak tahun 2010  ini mendapat gaji Rp 3,5 juta dan tunjangan kinerja, tunjangan anak istri yang jika ditotal mencapai Rp 8,5 juta per bulan.

"Jadi tergantung orangnya saja sekarang, apakah memiliki integritas atau tidak dalam bekerja. Kalau tidak seperti inilah contohnya tergiur dengan iming-iming mendapat tambahan yang tidak halal," ujarnya. 

Kalapas Kerobokan Kelas IIA, Tonny Nainggolan menuturkan, tersangka yang diangkat menjadi PNS tahun 2010 langsung ditempatkan di Lapas Kerobokan dan saat ini sudah golongan 3A.

Halaman
12
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved