Pemilu 2019

Bawaslu Laporkan Kasus Perusakan Surat Suara di TPS 29 ke SPKT Polres Tabanan

Bawaslu Tabanan akhirnya menindaklanjuti kasus perusakan surat suara dengan melaporkannya ke SPKT Polres Tabanan

Bawaslu Laporkan Kasus Perusakan Surat Suara di TPS 29 ke SPKT Polres Tabanan
Tribun Bali/I Made Prasetia Aryawan
Bawaslu Tabanan melaporkan kasus pengerusakan surat suara ke SPKT Polres Tabanan, Jumat (26/4/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Tabanan akhirnya menindaklanjuti kasus perusakan surat suara dengan melaporkannya ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Tabanan, Jumat (26/4/2019).

Selanjutnya kasus ini akan ditangani oleh sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu).

Menurut pantauan, Ketua Bawaslu Tabanan, I Made Rumada bersama rombongan mendatangi SPKT Polres Tabanan sekitar pukul 12.10 Wita.

Proses pelaporan berjalan sekitar 20 menit.

Bawaslu melaporkan I Wayan Sarjana alias Pak Kayun yang merupakan Ketua KPPS TPS 29 Banjar Pangkung, Desa Delod Peken, Tabanan.

Baca: Download di Sini: Jadwal Imsakiyah Tahun 2019, Sahur & Berbuka untuk Seluruh Indonesia Termasuk Bali

Baca: Diduga karena Tak Mencoblosnya, Caleg PKS di Kolaka Utara Ini Bongkar Rumah Pasangan Lansia

“Setelah melewati proses dan melengkapi bukti-bukti akhirnya kami lanjutkan kasusnya dengan melaporkan ke SPKT Polres Tabanan,” ujar Made Rumada saat dijumpai.

Ia melanjutkan, untuk selanjutnya, setelah laporannya diterima SPKT, proses akan dilanjutkan ke sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu), yang salah satu unsurnya adalah pihak kepolisian.

Kepolisian kemudian melanjutkan proses dengan penyidikan lanjutan.

“Sekarang sudah dilaporkan dan dilanjutkan penanganannya oleh sentra Gakkumdu,” imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, Jumat (19/4/2019) lalu Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Tabanan, I Made Rumada menegaskan ada oknum petugas KPPS yang bertugas di TPS 29 Banjar Pangkung, Desa Delod Peken, Tabanan yang melakukan pelanggaran.

Baca: Benarkah Instagram Erin Taulany Diretas? Pakar Telematika Ungkap Cara Buktikan Kebenarannya

Baca: Rahasiakan Strategi dan Taktik, Teco Gelar Latihan Tertutup, Sebut Kualitas Skuat BU & Persija Sama

Oknum tersebut dinyatakan melanggar aturan pemilu dengan cara merusak surat suara dari sah menjadi tidak sah (dicoblos).

Peristiwa tersebut terjadi saat pemungutan suara DPRD Kabupaten, Rabu (17/4/2019) malam.

Rumada menuturkan, peristiwa tersebut awalnya dilaporkan oleh seorang saksi dari Partai Nasdem Tabanan, kemudian dilaporkan ke pengawas TPS setempat.

Pengawas TPS bersama tersebut kemudian sempat melakukan pencegahan, namun dilakukan secara berulang sehingga langsung dilaporkan.

"Iya benar, sekarang kami masih lakukan investigasi dan klarifikasi. Dan ada kemungkinan ia dipidana, namun dengan catatan harus sesuai dengan kajian apa yang dilanggar," tegas Rumada saat dikonfirmasi Jumat (19/4/2019) lalu.(*)

Penulis: I Made Prasetia Aryawan
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved