Jejaring Budaya Masyarakat Pegunungan Dibahas dalam Bali Bali Tempo Doeloe Ke-21 

Program Bali Tempo Doeloe (BTD) seri ke-21 mengetengahkan perihal "Jejaring Budaya Masyarakat Pegunungan Bali".

Jejaring Budaya Masyarakat Pegunungan Dibahas dalam Bali Bali Tempo Doeloe Ke-21 
Bentara Budaya Bali
I Putu Eka Guna Yasa dan I Ketut Eriadi Ariana, dan I Ngurah Suryawan dalam diskusi Program Bali Tempo Doeloe (BTD) seri ke-21 yang berlangsung Sabtu (27/04/2019) pagi di Bentara Budaya Bali, 

TRIBUN-BALI.COM - Program Bali Tempo Doeloe (BTD) seri ke-21 yang berlangsung Sabtu (27/04/2019) pagi di Bentara Budaya Bali, mengetengahkan perihal "Jejaring Budaya Masyarakat Pegunungan Bali".

Diskusi ini membincangkan peradaban masyarakat Bali Aga, keberaksaraan dan peradaban air yang bermula dari pegunungan Cintamani (Kintamani).

Dalam konteks itulah Bali pernah merasakan masa keemasan “kebudayaan pertanian” yang didukung oleh jaringan sistem komunitas masyarakatnya.

Jaringan sistem komunitas inilah yang menopang kebudayaan pertanian dengan jaringan keterikatannya, di antaranya adalah hubungan sosial desa dan banjar, orientasi pura penting, benua, dan sanggah kemulan.

Tampil sebagai narasumber dua pembicara muda mumpuni yakni I Putu Eka Guna Yasa (Dosen Program Studi Jawa Kuno, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana) dan I Ketut Eriadi Ariana (jurnalis).

Diskusi ini dimoderatori oleh I Ngurah Suryawan, antropolog yang kini sedang melakukan penelitian di masyarakat pegunungan Bali, khususnya Batur.

Baca: Hendak Diselundupkan dari Bali ke Rusia, Begini Kondisi Terkini Bayi Orang Utan Bernama Bonbon

Baca: Tanjakan Dua Rute Kerap Telan Korban, Kemeterian PUPR Beri Sinyal Pembangunan Shortcut 

Bali Tempo Doeloe merupakan program diskusi dan tayang film yang telah digelar sedari tahun 2013.

Bukan hanya menghadirkan sisi eksotika Bali masa silam, melainkan menyoroti problematik lintas waktu, termasuk refleksinya bagi masa depan.

Adapun program kali ini merupakan kerja sama Majalah Batur, Batur Volunteer, dan Batur Natural Hot Spring dengan BBB.

Eriadi Ariana memaparkan pandangannya perihal budaya agraris Pasihan yang tercipta dari denyut peradaban air yang berorientasi ke Danau Batur dan Pura Ulun Danu Batur.

Halaman
12
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved