Anak Muda Kunjungi Pameran Situs dan Ritus Bali, Dapat Pemaparan Langsung tentang Arsitektur Bali 

Sejak dibuka, Kamis (25/4/2019) lalu, pameran Situs dan Ritus Peradaban Bali Tua, Bakti Pertiwi Jati (BPJ) memantik minat kalangan siswa

Anak Muda Kunjungi Pameran Situs dan Ritus Bali, Dapat Pemaparan Langsung tentang Arsitektur Bali 
Tribun Bali/Putu Supartika
Kunjungan ke pameran situs dan ritus Bali 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Sejak dibuka, Kamis (25/4/2019) lalu, pameran Situs dan Ritus Peradaban Bali Tua, Bakti Pertiwi Jati (BPJ) di Denpasar Art Space (DAS) Jalan Surapati No. 7, memantik minat kalangan siswa di Kota Denpasar.

Semisal, puluhan siswa - siswi datang dari Sekolah Tingkat Pertama (SMP) Tawakal Denpasar, mengunjungi ruang pameran yang menyajikan beragam karya fotografi, lukisan, video tentang situs dan ritus.

Para pengunjung mendapat pemaparan langsung dari tim BPJ yang diasuh oleh Jro Mangku Sara , Nyoman Ardika atau Sengap, Made Bakti Wiyasa, Kadek Wahyudita, dan tim lainnya.

Satu per satu objek foto maupun lukisan yang memperkenalkan arsitektur khas Bali, di kawasan Pura maupun bangunan suci di Bali, yang sarat dengan simbol dan memiliki makna tersendiri dijelaskan kepada para siswa.

Selain berkunjung untuk melihat tatanan peradaban bangunan yang memiliki segudang makna, spirit yakni tatwa.

Baca: Mobil Curhat “Denpasar Ceria” Mulai Masuk Sekolah, Peduli Fase Pubertas Remaja

Baca: Kalim Pakai Uang Hadiah untuk Bayar Utang, Menang Lomba Sapi Bali dalam HUT Gianyar

Pameran kali ini juga menghadirkan kelas budaya yang menyertakan sejumlah Perguruan Tinggi di Bali, di antaranya, Universitas Hindu Indonesia (Unhi), ISI Denpasar , IHDN dan IKIP PGRI Denpasar.

"Untuk kelas budaya memang kita kemas dalam diskusi melibatkan para mahasiswa guna lebih memperkenalkan di balik simbol, pemaknaan serta fungsi spirit dari setiap bangunan," kata Jero Mangku Sara, Minggu (28/4/2019).

Diungkapkan, kenapa melibatkan para mahasiswa, hal ini kata Mangku Sara, karena generasi muda yang akan mewarisi dan meneruskan kecerdasan banyak situs di Bali agar ke depan pelestarian tatanan rohani kita terjaga.

"Kita kenalkan kepada mereka para siswa, mahasiswa, apa itu situs, kenapa bangunan di pura beraneka ragam, sejauh ini banyak yang tidak paham apa sebenarnya fungsi bangunan - bangunan suci di Bali, yang notabene antara pura yang satu dengan yang lainya tidak memiliki kesamaan," jelasnya.

Baca: Tagar ThankYouAvengers Viral di Seluruh Dunia, Chris Evans: Sangat Mengharukan

Baca: Gede Ari Target Medali Emas Kejurda Laga Antar Bintang Kelatnas Indonesia Perisai Diri Bali

Halaman
12
Penulis: Putu Supartika
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved