Duplikat Ki Kala Wisesa Laser jadi Pusat Perhatian, Pameran Keris Didominasi Buatan Abad ke-18

Ruang Seni Rupa Emilio Ambron di Museum Semarajaya, Klungkung mendadak menjadi ruang pameran keris di Museum Semarajaya

Duplikat Ki Kala Wisesa Laser jadi Pusat Perhatian, Pameran Keris Didominasi Buatan Abad ke-18
Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Seorang panitia menunjukan keris Kala Wisesa Leser milik Raja Klungkung terakhir, Ida Dewa Agung Oka Geg di Museum Semarajaya, Minggu (28/2/2019). Dinas Kebudayaan Klungkung menggelar pameran keris. 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Ruang Seni Rupa Emilio Ambron di Museum Semarajaya, Klungkung mendadak menjadi ruang pameran keris di Museum Semarajaya, Klungkung, Minggu (28/4/2019).

Sekitar seratus keris dipamerkan, rata-rata keris tersebut dibuat di era abad ke-18.

Namun dari semua itu, yang menjadi perhatian adalah keris duplikat Ki Kala Wisesa Leser milik Raja Klungkung terakhir setelah Perang Puputan Klungkung Ida Dewa Agung Oka Geg

Cahaya di ruang karya Emilio Ambron tampak redup.

Perhatian para pengunjung tertuju pada dua keris di sisi timur ruangan.

Berbeda dengan koleksi lainnya, dua keris itu ditempatkan di dua etalase khusus.

Keris itu merupakan keris Kala Wisesa Leser pusaka (pajenengan) dari Puri Klungkung dan keris berbentuk Angon Angon Adikara dengan Pamor Keleng (Wulung) milik Menteri Koperasi AA Puspayoga.

"Keris Kala Wisesa Leser yang dipamerkan ini merupakan duplikat, sementara yang aslinya disakralkan di Puri Klungkung," jelas Panitia Pameran Keris di Museum Semarajaya I Gede Adhinata, Minggu (28/4/2019).

Baca: Tariska Ngaku Sering Alami Diskriminasi Pelayanan Kesehatan karena Dirinya Seorang Transgender

Baca: TKP Mutilasi Guru Honorer Angker, Warga Ngaku Dengar Suara Menangis hingga Merinding Saat Lewat TKP

Keris tersebut memiliki sejarah panjang dalam perjalanan kerajaan Klungkung.

Pasca perang Puputan Klungkung 28 April 1908, yang menewaskan Raja Ida I Dewa Agung Jambe, seluruh benda kerajaan Klungkung dijarah dan dibawa ke Belanda oleh kolonial.

Halaman
1234
Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved