Gede Ari Target Medali Emas Kejurda 'Laga Antar Bintang' Kelatnas Indonesia Perisai Diri Bali

Pesilat yang mewakili Kabupaten Badung tersebut berhasil melangkahkan kakinya ke babak final kategori laga dewasa kelas E (65-70 kg) putra

Gede Ari Target Medali Emas Kejurda 'Laga Antar Bintang' Kelatnas Indonesia Perisai Diri Bali
Tribun Bali/Putu Dewi Adi Damayanthi
Pertandingan semifinal katagori laga dewasa kelas E Putra di Kejurda 'Laga Antar Bintang' Kelatnas Indonesia Perisai Diri Bali antara I Made Ardinata melawan I Dewa Gede Ari Pradnyana di GOR Lila Bhuana, Denpasar, Bali, Sabtu (27/4/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - I Dewa Gede Ari Pradnyana (19) merupakan satu diantara peserta yang mengikuti Kejuaraan Daerah (Kejurda) 'Laga Antar Bintang' Kelatnas Indonesia Perisai Diri Bali yang berlangsung di GOR Lila Bhuana, Denpasar, Bali, tanggal 26-28 April 2019.

Pesilat yang mewakili Kabupaten Badung tersebut berhasil melangkahkan kakinya ke babak final kategori laga dewasa kelas E (65-70 kg) putra setelah mengalahkan lawannya I Made Ardinata di babak semifinal yang berlangsung Sabtu (27/4/2019) kemarin.

Pemuda yang akrab disapa Ari ini bercerita bahwa pertandingan yang baru saja ia lalui di babak semifinal merupakan pertandingan sengit, bahkan ia mengaku merasakan tekanan dari lawannya sejak babak pertama.

“Pertandingannya lumayan sengit tadi, saya sempat tertekan juga karena lawannya itu tipe musuh yang defence gitu, jadi kalau melawan tipe defence itu agak susah, kalau cara mengatasinya kita sudah punya teknik sendiri, bagaimana cara kita mengaplikasikan teknik itu, seperti mengunci tendangan milik lawan, kan dia punya tendangan andalan, ada teknik dari perisai diri untuk mengatasi itu, ada namanya teknik ingkling. Dari babak satu sudah ditekan karena sempat masih nyari-nyari permainan dari musuh untuk diantisipasi di babak selajutnya,“ ucapnya di GOR Lila Bhuana, Denpasar, Bali, Sabtu (27/4/2019).

Baca: TRIBUN WIKI – 4 Karya Budaya di Denpasar Ini Diakui Sebagai Warisan Budaya Tak Benda

Baca: Viral, Video Gadis Dilindas hingga Tewas, Tubuh Menempel di Pintu Mobil, Pelakunya Mantan Pacar

Setelah babak semifinal berakhir, ia telah melakukan evaluasi dan menemukan beberapa kekurangan yang ingin ia tambal secepatnya.

“Kalau pertandingan ini masih banyak kurangnya, mungkin dari fisik atau teknik karena itu memang harus terus diasah, kan di silat itu 1 babak mainnya 5 menit bersih, dan itu lumayan lama, kalau diperkirakan dari babak satu sampai tiga kurang lebih 15 menit main di dalam arena,” tuturnya.

Walau masih memiliki kekurangan, Mahasiswa Universitas Politeknik Negeri Bali ini menargetkan medali emas pada kejuaraan tersebut.

Baca: Sering Salah Menyebutkan, Ini Persamaan dan Perbedaan Tumor dan Kanker

Baca: Jam Berapa Biasanya Kamu Tertidur? Jam Tidur Ternyata Bisa Menentukan Kepribadianmu Lho 

“Astungkara bisa dapat medali emas dan bisa membanggakan Kabupaten Badung dalam Kejurda Perisai Diri ini,“ katanya.

Ia juga berharap kedepannya para pesilat muda dari Perisai Diri Bali serta dirinya dapat meningkatkan kemampuan agar bisa tampil lebih baik di kejuaraan tingkat daerah, nasional maupun internasional.

 “Saya harap semoga adik-adik itu bisa mengembangkan Perisai Diri, dan bisa meningkatkan kemampuannya supaya nanti bisa ke kancah nasional dan internasional. Kalau dari diri sendiri sih cuma giat bisa berlatih saja untuk meningkatkan lagi kedepannya,” pungkasnya.(*)

Penulis: Putu Dewi Adi Damayanthi
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved