Kalim Pakai Uang Hadiah untuk Bayar Utang, Menang Lomba Sapi Bali dalam HUT Gianyar

Tangan I Ketut Kalim (70) tampak bergetar saat menerima secara simbolik hadiah juara I lomba sapi bali, yang diselenggarakan Pemkab Gianyar

Kalim Pakai Uang Hadiah untuk Bayar Utang, Menang Lomba Sapi Bali dalam HUT Gianyar
Tribun Bali/I Wayan Eri Gunarta
I Ketut Kalim (70), pria asal Banjar/Desa Saba, Blahbatuh juara I lomba sapi bali. 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Tangan I Ketut Kalim (70) tampak bergetar saat menerima secara simbolik hadiah juara I lomba sapi bali, yang diselenggarakan Pemkab Gianyar serangkaian perayaan ulang tahun Kota Gianyar, Minggu (28/4/2019).

Pria asal Banjar/Desa Saba, Blahbatuh ini tak menyangka akan mendapat hadiar uang tunai Rp 25 juta, ditambah lagi sapinya akan dibeli Pemkab Gianyar dengan nilai lebih tinggi dari harga pasaran sekitar Rp 25 juta.

Ditemui usai menerima hadiah, sorot mata Kalim masih menerawang, ia masih belum percaya bahwa sapinya yang mewakili Kecamatan Blahbatuh, dapat mengalahkan belasan sapi dari kecamatan lainnya di Gianyar.

Terlebih lagi, dari kemenangan tersebut akhirnya ia memiliki uang puluhan juta rupiah.

Saat ditanya, uang tersebut akan digunakan untung apa, Kalim pun hanya mengatakan satu hal, yakni membayar utang.

“Untuk bayar utang, istri saya kemarin operasi kanker serviks. Astungkara, Ida Sang Hyang Widhi memberikan saya pica,” ujarnya

Baca: Tariska Ngaku Sering Alami Diskriminasi Pelayanan Kesehatan karena Dirinya Seorang Transgender

Baca: TKP Mutilasi Guru Honorer Angker, Warga Ngaku Dengar Suara Menangis hingga Merinding Saat Lewat TKP.

Berdasarkan data Pemkab Gianyar, lomba ini diikuti oleh 14 ekor sapi, dimana per kecamatan mengukitsertakan dua ekor sapi terbaiknya.

Adapun kriteria dalam perlombaan ini, mulai dari kondisi sehat, bebas dari penyakit menular, tidak memiliki cacat fisik, memiliki organ dan kemampuan reproduksi yang baik dan normal, serta memenuhi ciri khas sapi bali, dengan syarat kualitatif dan kuantitatif sesuai dengan standar nasional Indonesia (SNI).

Dalam memenuhi semua kategori tersebut, Kalim mengatakan, hal tersebut sudah dilakukan sejak dari membeli bibit.

Setelah itu pemberian pakan yang benar.

Halaman
12
Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved