Tingkat Serangan Jantung untuk Usia di Bawah 40 Tahun Makin Meningkat, Mengapa?

Kabar buruk sedang melanda kaum muda. Pasalnya, tingkat serangan jantung untuk orang berusia di bawah 40 tahun semakin meningkat.

Tingkat Serangan Jantung untuk Usia di Bawah 40 Tahun Makin Meningkat, Mengapa?
Tribun Bali/ Net
Ilustrasi Serangan Jantung 

TRIBUN-BALI.COM - Kabar buruk sedang melanda kaum muda. Pasalnya, tingkat serangan jantung untuk orang berusia di bawah 40 tahun semakin meningkat.

Selama beberapa dekade terakhir, usia lanjut telah ditetapkan sebagai salah satu faktor risiko terbesar untuk serangan jantung.

Risiko ini biasanya mempengaruhi pria 50 tahun ke atas dan wanita yang berusia lebih dari 65 tahun.

Namun sekarang, mereka yang berusia di bawah 40 tahun pun rentan mengalami serangan kardiovaskular ini.

"Ada beberapa alasan mengapa serangan jantung kini melanda orang muda," kata ahli jantung Luke Laffin.

Salah satu faktor risiko terbesar, menurut Laffin adalah meningkatnya penderita diabetes tipe 2 di kalangan muda.

Ada tiga faktor utama penyebab meningkatnya penderita diabetes tipe 2.

Pertama adalah pola makan keliru dan konsumsi makanan olahan yang terlalu tinggi.

Baca: Waspada Gejala Penyakit Jantung Koroner dan Maag Hampir Sama, Ini Perbedaan Yang Perlu Diketahui

Baca: Kapan Waktu Tepat Untuk Mandi? Ketahui Agar Terhindar dari Risiko Penyakit Paru hingga Jantung

Lalu, obesitas dan gaya hidup pasif atau menurunnya aktivitas fisik turut menyumbang risiko diabetes tipe 2.

"Kami sekarang melihat serangan jantung terjadi pada pria muda yang masih berusia 25 atau 35 tahun. Dua puluh tahun lalu ini jarang terjadi" kata Dr. Laffin.

Halaman
1234
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved