Ramadan 2019

Minimal 32,5 Jam per Minggu, Pemerintah Tetapkan Jam Kerja ASN Selama Bulan Ramadan

Selama bulan Ramadan 1440 H, pemerintah melakukan penyesuaian jam kerja bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI dan Polri

Minimal 32,5 Jam per Minggu, Pemerintah Tetapkan Jam Kerja ASN Selama Bulan Ramadan
Dok Humas Pemkab Jembrana
(Foto ilustrasi tidak terkait berita/Foto apel Pegawai ASN beberapa waktu lalu di halaman Pemkab Jembrana) Minimal 32,5 Jam per Minggu, Pemerintah Tetapkan Jam Kerja ASN Selama Bulan Ramadan 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Selama bulan Ramadan 1440 H, pemerintah melakukan penyesuaian jam kerja bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI dan Polri.

Hal tersebut dilakukan agar kinerja ASN tetap efektif meskipun dalam kondisi berpuasa.

Dalam Surat Edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Nomor 394 Tahun 2019 tentang Penetapan Jam Kerja pada Bulan Ramadan 1440 H dijelaskan bahwa bagi instansi pemerintah yang memberlakukan lima hari kerja, jam kerja selama bulan Ramadan menjadi pukul 08.00 hingga 15.00 untuk Senin-Kamis, dengan waktu istirahat diberikan pukul 12.00 - 12.30.

Sementara itu, pada hari Jumat, jam kerja ASN pada pukul 08.00 hingga 15.30 dan waktu istirahat pukul 11.30 sampai 12.30.

Baca: Pentingnya Evakuasi Mandiri, BPBD Siapkan Peta Rencana Evakuasi di 28 Desa Sekitar Gunung Agung

Baca: Festival Semarapura ke-4 Diharapkan Bisa Bangkitkan Keberadaan UMKM dan Pariwisata Klungkung

Sementara bagi instansi pemerintah yang memberlakukan enam hari kerja, jam kerja menjadi pukul 08.00 hingga 14.00 untuk Senin-Kamis dan Sabtu dengan waktu istirahat selama 30 menit terhitung pukul 12.00.

Sedangkan untuk hari Jumat, jam kerja dimulai pukul 08.00 hingga 14.30 dengan waktu istirahat antara 11.30 sampai 12.30.

Pada surat edaran yang ditandatangani Menteri PANRB Syafruddin tersebut juga dijelaskan jumlah jam kerja efektif bagi instansi pemerintah pusat dan daerah yang melaksanakan lima atau enam hari kerja selama bulan Ramadan minimal 32,5 jam dalam satu minggu.

Ketentuan pelaksanaan lebih lanjut mengenai jam kerja pada bulan Ramadan tersebut diatur oleh pimpinan instansi pemerintah pusat dan daerah masing-masing dengan menyesuaikan situasi dan kondisi setempat.

Baca: Sang Istri Dianugerahi Gelar Pendekar Kehormatan oleh PD Bali, Koster Bangga

Baca: Kembali Ungkit Masa Lalu Dengan Luna Maya, Reino Barack Ungkap Tanggal Putus Dan Kesalahan Mantan

Surat edaran ini ditujukan kepada Para Menteri Kabinet Kerja, Sekretaris Kabinet, Kepala Badan Intelijen Negara, Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, Jaksa Agung Republik Indonesia, dan Panglima Tentara Nasional Indonesia.

Selain itu juga untuk para Kepala Lembaga Pemerintah Non Kementerian, Pimpinan Kesekretariatan Lembaga Negara, Pimpinan Kesekretariatan Lembaga Non Struktural, Pimpinan Lembaga Penyiaran Publik, Para Gubernur, dan Bupati serta Wali Kota. 

Berikut ini jam kerja bagi para ASN, TNI, dan POLRI selama bulan suci Ramadan :

1. Bagi instansi pemerintah yang melakukan lima hari kerja
a) Hari Senin sampai dengan Kamis : pukul 08.00 – 15.00/waktu istirahat : 12.00 - 12.30
b) Hari Jumat : pukul 08.00 - 15.30/waktu istirahat 11.30 - 12.30

2. Bagi instansi pemerintah yang memberlakukan enam hari kerja
a) Hari Senin sampai dengan Kamis, dan Sabtu : pukul 08.00 - 14.00/waktu istirahat : pukul 12.00 - 12.30
b) Hari Jumat : pukul 08.00 - 14.30/waktu istirahat : pukul 11.30 - 12.30

(*)

Penulis: Wema Satya Dinata
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved