Kepulan Asap Muncul di Atas Pelinggih, Atap Pelinggih Ratu Gede Hangus Dilalap di Jago Merah

Warga dikagetkan dengan kebakaran yang terjadi di di Pura Batur, Desa Kusamba, Kecamatan Dawan, Klungkung, Selasa (30/4/2019).

Kepulan Asap Muncul di Atas Pelinggih, Atap Pelinggih Ratu Gede Hangus Dilalap di Jago Merah
Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Petugas sedang memadamkan api yang membakar Pelinggih Ratu Gede di Pura Batur, Desa Kusamba, Klungkung, Selasa (30/4/2019) 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Warga dikagetkan dengan kebakaran yang terjadi di di Pura Batur, Desa Kusamba, Kecamatan Dawan, Klungkung, Selasa (30/4/2019).

Kobaran api dengan cepat menghanguskan atap bangunan Pelinggih Ratu Gede yang berbahan ijuk.

Warga setempat I Wayan Budiantara menjelaskan, kejadian kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 11.39 Wita.

Saat itu warga sekitar melihat kepulan asap dari salah satu pelinggih di pura yang ketika itu dalam keadaan sepi.

"Saya lihat asap, ternyata ada kebakaran. Langsung saya hubungi petugas pemadam kebakaran," ujar Budiantara.

Tidak berselang lama, dua unit mobil damkar tiba di lokasi dan langsung malakukan upaya pemadaman.

Proses pemadaman api berlangsung sekitar 20 menit, lalu petugas damkar melalukan upaya pendinginan, termasuk membongkar atap pelinggih yang sudah ludes dilalap si jago merah.

Baca: Kegiatan Jelang May Day, Presiden Jokowi Menyantap Menu Makanan yang Sama dengan Buruh

Baca: Sebut Bali Berpotensi Menjadi Target Serangan Terorisme, Begini Penilaian Amerika Serikat

Menghindari adanya percikan api, petugas damkar juga menyiram atap bangunan pelinggih lainnya yang letaknya bersebelasan dengan Pelinggih Ratu Gede yang mengalami kebakaran.

Kelihan Pura Batur I Ketut Suyasa menjelaskan, Pura Batur merupakan pura panti yang di-empon oleh sekitar 180 KK.

Baca: Dewan Penasehat Keamanan Luar Negeri (OSAC) Cabang Bali Diresmikan di Nusa Dua

Pasca kejadian ini, pihaknya langsung melalukan paruman (rapat) dengan pangempon.

"Kejadian ini diperkirakan kerugiannya mencapai Rp 60 juta," ujar Suyasa.

Pihaknya juga memohon petunjuk ke sulinggih, mengingat kejadian ini terjadi di pura

"Nanti kami juga memohon petunjuk ke sulinggih, apakah nanti ngaturang guru piduka dan melaksanakan pecaruan," terangnya

Sementara penyebab kebakaran ini belum diketahui secara pasti, karena saat kejadian pura dalam keadaan sepi. Sementara polisi juga masih melakukan lidik terkait kebakaran tersebut. (*)

Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved