Kerugian Negara Mencapai Rp 166 Juta, Kepsek SMA Satap Nusa Penida Ditahan

Tersangka kasus dugaan korupsi proyek pembangunan ruang kelas SMA N Satap Nusa Penida di Dusun Tanglad, I Nyoman Beres tiba di Kantor Kejari Klungkung

Kerugian Negara Mencapai Rp 166 Juta, Kepsek SMA Satap Nusa Penida Ditahan
Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Kepala Cabang Kejaksaan Negeri Nusa Penida, Luga Harlianto 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Tersangka kasus dugaan korupsi proyek pembangunan ruang kelas SMA N Satap Nusa Penida di Dusun Tanglad, I Nyoman Beres tiba di Kantor Kejari Klungkung sekira pukul 10.00 Wita, Selasa (30/4/2019).

Ia datang untuk menjalani pemeriksaan lanjutan terkait kasus yang menjeratnya. Pasca turunnya hasil audit kerugian dari BPKP, pihak kejaksaan pun memutuskan untuk melakukan penahanan terhadap pria yang berasal dari Desa Pejukutan, Nusa Penida.

I Nyoman Beres datang memenuhi panggilan Kejaksaan dengan mengenakan pakaian endek berwarna hijau, dan menggenakan celana panjang hitam.

Ia didampingi pengacara yang ditunjuk oleh pihak kejaksaan, I Wayan Suniarta. Namun tidak seperti pemeriksaan sebelumnya, kepala sekolah di SMA N Satap Nusa Penida tersebut sudah membawa koper berukuran sedang yang sudah berisikan pakaian.

Baca: Buka Acara Rakernis Bidang Propam, Wakapolda Bali Sebut Perlu Tingkatkan Kewaspadaan

Baca: Segini Anggaran Pelantikan Anggota DPRD Bangli Periode 2019-2024, Pakaian Dinas Tembus Rp 390 Juta

"Tersangka kooperatif memenuhi panggilan, dan dia datang dengan membawa koper yang isinya pakaian. Sepertinya ia (Nyoman Beres) sudah memperkirakan akan ditahan," ujar Kacabjari Luga Harlianto, Selasa (30/4/2019)

Pemeriksaan pun berlangsung beberapa jam. Sekitar pukul 13.00 Wita, tim dokter pun tiba dan mengecek kondisi kesehatan dari Nyoman Beres.

Tidak seperti pemeriksaan sebelumnya, ketika itu Nyoman Beres tampak lebih tenang.

" Tersangka tampak tenang. Ketika pemeriksaan, tekanan darahnya normal. Sepertinya tersangka memang telah siap ketika akan ditahan," jelas Luga.

Sekitar jam 13.00 Wita, tersangka Nyoman Beres pun diantar menuju Rutan Kelas II B Klungkung untuk ditahan.

Baca: Daya Tampung SMA/SMK Kelebihan 11 Ribu Kursi, Ngurah: Semuanya Bisa Ditampung

Baca: Setya Novanto Kepergok Tengah Makan di Rumah Makan Padang, Fakta-fakta ini pun Diungkap

Ia didampingi beberapa anggota keluarga dan pengacara Nyoman Suniarta. Ia juga membawa koper yang telah dibawa sebelumnya.

Penahanan ini akhirnya dilakukan pihak Kacabjari, setelah keluarnya hasil audit kerugian negara oleh BPKP perwakilan Provinsi Bali.

Dari hasil audit, diketahui jumlah proyek pembangunan ruang kelas SMA N Satap Nusa Penida mencapai Rp 166 juta, dari total nilai proyek senilai Rp 860 juta.

"Audit berproses lumayan lama, karena BPKP mengklarifikasi seluruh kwitansi yang ada. Kemudian dari hasil audit, kita telaah lagi. Sehingga tadi sebelum penahanan, kita lakukan periksaan tambahan kepada tersangka," ungkap Luga

Namun sampai saat ini, tersangka Nyoman Beres belum dapat menjelaskan ke mana saja aliran uang tersebut.

" Tersangka bingung, dan tidak dapat menjelaskan ke mana uang itu. Ia menggunakan uang negara itu, secara sembarangan," jelasnya. (*)

Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved