Perebut Tanah Milik Disabilitas di Tampaksiring Gianyar Divonis 2,5 Tahun, Pengacara Ungkap Ini

Kasus pembuatan sertifikat tanah palsu, dengan korban penyandang disabilitas I Dewa Nyoman Oka (40) asal Banjar Tarukan, Desa Pejeng Kaja, Tampaksiri

Perebut Tanah Milik Disabilitas di Tampaksiring Gianyar Divonis 2,5 Tahun, Pengacara Ungkap Ini
Tribun Bali/I Wayan Eri Gunarta
Suasana sidang vonis perebut tanah milik disabilitas di Pengadilan Negeri Gianyar, Senin (29/4/2019). Perebut Tanah Milik Disabilitas Divonis 2,6 Tahun. 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR -- Kasus pembuatan sertifikat tanah palsu, dengan korban penyandang disabilitas  I Dewa Nyoman Oka (40) asal Banjar Tarukan, Desa Pejeng Kaja, Tampaksiring berakhir, Senin (29/4).

Hakim, Dewantoro memutuskan kedua terdakwa, Dewa Ketut Merta dan I Dewa Nyoman Ngurah Swastikan bersalah dengan hukuman 2,5 tahun.

Pantauan Tribun Bali, sidang berjalan selama selama satu jam.

Dalam putusannya, hakim menyatakan kedua terdakwa terbukti melanggar pasal 263 ayat 2 junto pasal 88 KUHP.

Baca: Pemilik Lahan Eks Sari Club Pastikan Tetap Bangun Restoran, Begini Respon Konjen Australia di Bali

Di sana ditegaskan bahwa terdakwa memiliki kemufakatan jahat.

Di mana sebenarnya, setengah tanah yang disertifikatkan melalui program PRONA 2017, merupakan milik korban, I Dewa Nyoman Oka. 

“Menyatakan terdakwa bersalah, dan masing-masing dijatuhi vonis dua tahun enam bulan (2,5 tahun),” ujar Dewantoro menutup sidang.

Baca: Gunung Agung Erupsi Pukul 05.34 Wita, Begini Laporan Terkini Petugas Pos Pantau PVMBG

Kedua terdakwa saat itu tampak terkejut. Merekapun meminta banding.

Sementara jaksa penuntut umum menyatakan pikir-pikir. 

Vonis ini relatif rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menuntut kedua terdakwa 3,5 tahun.

Halaman
12
Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved