Perokok Pemula di Klungkung Capai 36%, Jadi Kabupaten dengan Nilai Kepatuhan KTR Paling Baik di Bali

Dari total 100 persen perokok aktif di Klungkung, 36 persen di antaranya merupakan perokok pemula

Perokok Pemula di Klungkung Capai 36%, Jadi Kabupaten dengan Nilai Kepatuhan KTR Paling Baik di Bali
Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Seorang warga sedang mengecek kadar CO (Karbon Monoksida) dalam tubuh di stand Klinik Berhenti Merokok Dinas Kesehatan Klungkung, di seputaran Kota Semarapura, Senin (29/4/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Putu Budi (34), warga Lingkungan Besang, Klungkung melakukan tes kadar CO (karbon monoksida) di stan Klinik Berhenti Merokok Dinas Kesehatan Klungkung.

Pria yang tidak perokok aktif ini lantas tersenyum setelah mengetahui kadar karbon monoksida dalam tubuhnya masih dalam batas wajar.

"Walau saya tidak merokok, tetap saja ingin tes kadar CO ini. Takutnya nanti menjadi perokok pasif," ujarnya di  seputaran Kota Semarpura, Senin (29/4/2019).

Klungkung saat ini memang menjadi daerah dengan nilai tingkat kepatuhan terkait Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di ruang publik paling baik di Bali.

Namun persentase perokok pemula di Klungkung dinilai cukup mengkhawatirkan. Dari total 100 persen perokok aktif, 36 persen di antaranya merupakan perokok pemula. 

"Di Klungkung perokok pemula itu sudah mengkhawatirkan. Dari total 100 persen perokok aktif di Klungkung, sekitar 36 persen merupakan perokok pemula," ujar Tim Promosi Kesehatan di Dinas Kesehatan Klungkung, I Ketut Ardana.

Rata-rata perokok pemula tersebut mulai merokok sejak SMP. Hal ini pun membuat Dinas Kesehatan gencar melakukan aksi-aksi untuk menekan angka perokok pemula di Klungkung.

"Saya lalu mengkonsep dengan membuat kader-kader kesehatan untuk mengkampanyekan secara masif bahaya merokok," jelas Ardana.

Pihaknya lalu membentuk Gerakan Pemuda Tanpa Rokok (GEBRAK) dan Kelompok Siswa Peduli Bahaya Rokok (KSPBR) yang secara masif melakukan kampanye bahaya merokok di tingkat lingkungan masyarakat dan sekolah.

"Kalau kader GEBRAK, biasanya kami ambil dari sekaa teruna-teruni dan aktif di lingkungannya. Sementara KSPBR lingkupnya di sekolah," ungkapnya.

Halaman
12
Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved