Seminggu Amati Gerak Gerik Kodok, Yunita Bawakan Tari Kodok Saat Hari Tari Sedunia

Ni Made Yunita Dewi (20) menceritakan konsep yang dia pilih untuk ujian, yakni konsep kodok yang kekeringan

Seminggu Amati Gerak Gerik Kodok, Yunita Bawakan Tari Kodok Saat Hari Tari Sedunia
Tribun Bali/Rizal Fanany
Sejumlah penari membawakan tari kontemporer Kodok yang Kekeringan dalam rangka ujian tari semester sekaligus memperingati Hari Tari Sedunia di halaman Fakultas Seni Rupa ISI Denpasar, Senin (29/4/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Wajah para penari dilukis warna hijau menyerupai kodok. Setiap gerakannya dibuat semirip mungkin dengan gerakan kodok.

Bahkan si penari sampai harus mengamati gerak gerik kodok dari cara melompat hingga berenang, selama seminggu

Aksi total para penari ini dalam rangka ujian tari semester Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar sekaligus memperingati Hari Tari Sedunia.

Salah satu peserta ujian Ni Made Yunita Dewi (20) menceritakan konsep yang dia pilih untuk ujian, yakni konsep kodok yang kekeringan. Dia membutuhkan persiapan waktu 1 minggu sebelum tampil. 

"Ujian ini memang beda, setiap tari harus merespon apa yang ada di sekitar kita, saya mengambil kodok ini sebab di depan fakultas banyak kawanan kodok yang keluar, karena kolam air mancur sudah tidak ada air," katanya, Senin (29/4/2019). 

Saat akan mengeksplore lingkungan, mahasiswa semester 6 jurusan tari ini melakukan pengamatan tentang tingkah laku kodok.

"Sebelumnya melakukan pengamatan tingkah laku kodok, mulai dari gerak geriknya hingga dia melompat,"  jelasnya. 

Menurutnya di momen Hari Tari Sedunia ini, merupakan momen di mana seniman muda dapat menuangkan ide-ide baru untuk tetap melestarikan tari.

"Zaman sekarang banyak tari-tarian yang jarang dipentaskan, sebagai kaum muda saya ingin membangkitkan tari lagi". Imbuhnya.

Prof Dibia, salah satu dosen mengatakan para peserta ujian tari dalam penampilannya sudah sangat bagus. Terutama jika dilihat dari cara peserta mengeksplore ruang baru. 

"Konsep kali ini berbeda, mahasiswa diberikan ruang baru untuk mengeksplore ruang terbuka, inilah tantangannya mereka harus peka dengan lingkungan sekitar," katanya. 

Tentang peringatan Hari Tari Sedunia, dia mengatakan Hari Tari sebagai peringatan bahwa betapa pentingnya tari untuk kehidupan.

"Momen ini sangat penting dan menjadi refleksi bawasannya tari sangat penting bagi kehidupan, misalnya membangun kebersamaan, dan tari itu bisa menyegarkan tubuh kita," jelasnya. (*)

Penulis: Rizal Fanany
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved