TPID Bali Siapkan 5 Langkah Strategis untuk Jaga Kestabilan Harga Jelang Ramadan & Hari Raya Lebaran

Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Bali tengah berupaya menjaga kestabilan harga pangan menjelang hari raya lebaran.

TPID Bali Siapkan 5 Langkah Strategis untuk Jaga Kestabilan Harga Jelang Ramadan & Hari Raya Lebaran
Tribun Bali/Noviana Windri Rahmawati
Pedagang bahan pokok melayani pembeli di Pasar Badung beberapa waktu lalu. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Bali tengah berupaya menjaga kestabilan harga pangan menjelang hari raya lebaran.

Pada Senin (29/4/2019), TPID mengadakan High Level Meeting TPID Provinsi Bali dalam rangka rapat koordinasi menjelang puasa dan Lebaran 2019 di Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali.

Rapat dipimpin oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bali Dewa Made Indra selaku Ketua Harian TPID Provinsi Bali.

Rapat TPID ini juga dihadiri Kepala Perwakilan BI Provinsi Bali Causa Iman Karana, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali Adi Nugroho, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bali I Gde Wayan Samsi Gunarta, Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara dan pemangku kepentingan lainnya.

Pada kesempatan ini Sekda Dewa Made Indra yang sekaligus mewakili Ketua TPID Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan, TPID Provinsi Bali telah menyusun beberapa hal dalam rangka mengantisipasi peak season Hari Besar Keagamaan.

“Yang pertama, adanya koordinasi dan sinergitas seluruh pihak untuk menjaga kestabilan harga,” kata mantan Kepala BPBD Provinsi Bali ini.

Kemudian yang kedua, lanjutnya, adalah peningkatan jangkauan sumber produksi pertanian terhadap pusat pemasaran produk dalam berbagai kegiatan jual beli.

Ketiga, penyediaan sistem pergudangan dan cold storage untuk menjaga ketersediaan pasokan.

Keempat, melakukan kerjasama perdagangan antar daerah guna menjaga kestabilan harga serta yang kelima mengikutsertakan pelaku usaha dalam menjaga harga dalam tingkat yang wajar.

Secara khusus Sekda Dewa Indra juga meminta adanya kepastian distribusi logistik guna menjaga kestabilan harga.

“Kita ingin memastikan bahwa transportasi harus memberikan kepastian distribusi logistik berjalan dengan lancar sehingga tidak menimbulkan kenaikan harga,” katanya.

Menurutnya, tugas yang paling penting adalah memetakan jalur supply dan distribusi barang, karena hal itu menjadi faktor pemicu kenaikan harga.

Ia juga meminta agar pengusaha transportasi tidak menggunakan momentum ini untuk menaikkan harga diluar batas kewajaran. (*)

Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved