Bahan Tambal Gigi Masih Banyak Mengandung Merkuri, Berbahaya Jika Terpapar

Perlu diketahui, bahan tambal gigi banyak mengandung merkuri yang dikenal dengan dental amalgam merkuri.

Bahan Tambal Gigi Masih Banyak Mengandung Merkuri, Berbahaya Jika Terpapar
Tribun Bali/ Net
Ilustrasi Gigi Putih Bersih 

Laporan Wartawan Tribun Bali - Rino Gale

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Perlu diketahui, bahan tambal gigi banyak mengandung merkuri yang dikenal dengan dental amalgam merkuri.

Hal ini dikatakan oleh lembaga peneliti kesehatan, Krishna Zaki selaku Toxics Program Manager BaliFokus/Nexus3 Foundation.

Saat dihubungi Tribun Bali, Zaki mengatakan, dental amalgam merupakan bahan untuk menambal gigi yang komposisinya adalah campuran dari merkuri (50-53%), perak (22-32%), timah (14%), tembaga (8%), serta logam lainnya dalam jumlah yang sangat kecil.

"Merkuri itu air raksa, banyak racun yang terkandung di dalamnya," ujarnya, Jumat (3/5/2019).

Menurut penelitian BaliFokus/Nexus3 Foundation pada tahun 2010, kajian akademis terkait bahaya dental amalgam merkuri, ia memaparkan bahaya dari amalgam merkuri pada pekerja klinik gigi menunjukkan bahwa, para dokter gigi lebih memiliki kemungkinan mengalami gangguan kesehatan neurologis, neuropsikologis, pernapasan, dan penyakit jantung dari pada kelompok yang lainnya.

Baca: Sikat Gigi yang Jarang Diganti Bisa Menjadi Sarang Kuman, Pastikan Ganti Secara Berkala

Baca: Mengabaikan Gigi Berlubang Sama Dengan Mengundang Masalah Serius pada Gigi

Dikutip dari (Duplinsky et. al. 2012) yakni, prevalensi masalah kesehatan neurologis pada dokter gigi umum 7,6 kali lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok kontrol lainnya, dan hal ini menimbulkan kekhawatiran.

Kemudian dikutip dari Ritchie et al. (2002) mengungkapkan bahwa para dokter gigi lebih berpotensi mengalami gangguan ginjal dan gangguan ingatan dibandingkan mungkin dibandingkan kelompok non-dokter gigi.

Ada juga, dikutip daei Torres et. al. (2000) menemukan kelainan otot rangka dengan paparan merkuri kronis
pada pekerja klinik gigi.

Kemudian dikutip dari, Jones (2007) membandingkan antara kelompok perawat gigi yang terpapar dengan
kelompok kontrol yang tidak terpapar, dan perbedaan yang ditemukan adalah pada keadaan kesehatan pada saat itu dan kesehatan reproduksi, terutama pada keadaan di awal histerektomi.

Halaman
123
Penulis: Rino Gale
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved