Inilah Dampak Kebohongan bagi Kita Menurut Psikologi

Banyak orang yang ingin meraih keuntungan pribadi dengan kebohongan. Entah untuk menghindari pajak, mengedit foto, hingga korupsi dan selingkuh

Inilah Dampak Kebohongan bagi Kita Menurut Psikologi
Kompas.com
Ilustrasi berbohong 

TRIBUN-BALI.COM - Banyak orang yang ingin meraih keuntungan pribadi dengan kebohongan.

Entah untuk menghindari pajak, mengedit foto sedemikian rupa, hingga korupsi dan selingkuh, mereka bisa saja berbohong tanpa rasa bersalah.

Sebenarnya, apa motif orang-orang melakukan kebohongan? Menurut psikolog William Pollack, para pria cenderung berusaha untuk menyangkal apapun yang membuat mereka malu.

Itu sebabnya mereka lebih suka menutupi fakta.

Kaum adam memang memiliki sikap kompetitif tinggi, baik dalam hal olahraga atau keuangan.

Mereka juga sangat takut pada rasa malu.

"Ini terikat pada kode maskulinitas. Jika mereka dipermalukan oleh orang lain, maka mereka merasa lebih rendah dari laki-laki lainnya,” kata Pollack.

Menurut Pollack, ini terutama berlaku bagi para atlet yang diharapkan selalu menang. Tapi, selalu menang adalah standar yang mustahil.

Baca: Tes Kepribadian: Pilihan Kartu Tarotmu BisaUngkap Alasan Mengapa Kamu Masih Jomblo Sampai Sekarang

Baca: 5 Zodiak Terkenal Pandai Berbohong, Pices Sampai Dicap Playboy dan Suka Selingkuh?

Bahkan, pembalap sekelas Lance Amstrong pun yang ketahuan memakai doping saat kejuaraan Tour de France.

Sekali seorang pria berbohong, ia akan terus melakukannya, bukan dengan melupakan tapi mengesampingkan fakta sebenarnya.

Halaman
1234
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved