Suastika Minta KUD Beli Gabah Petani, Manfaatkan Dana Talangan Pemerintah

Anggota Komisi B DPRD Jembrana, I Ketut Suastika, menyatakan permasalahan yang membelit petani khususnya saat panen, semestinya bisa ditanggulangi

Suastika Minta KUD Beli Gabah Petani, Manfaatkan Dana Talangan Pemerintah
Tribun Bali/I Made Ardhiangga
SAWAH - Lokasi persawahan Subak Gede Yehembang Kangin, Kecamatan Mendoyo, Jembrana, Rabu (1/5/2019) lalu. 

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Anggota Komisi B DPRD Jembrana, I Ketut Suastika, menyatakan permasalahan yang membelit petani khususnya saat panen, semestinya bisa ditanggulangi.

Solusi jangka pendek yang ditawarkannya, Koperasi Unit Desa (KUD) semestinya aktif membeli gabah petani dengan harga yang wajar sehingga petani tidak terlalu banyak merugi.

Apalagi ada dana talangan dari pemeritah kabupaten sebesar Rp 5 miliar per tahun, yang salah-satu fungsinya untuk membeli gabah petani.

Ketika terjadi permasalahan tersebut, KUD hendaknya mengesampingkan keuntungan.

Tujuan awalnya memang untuk menghindari petani tergencet ulah penebas atau saudagar padi.

"Seharusnya KUD tetap membeli gabah dengan risiko tanpa untung. Ini untuk menumbuhkan semangat petani. Kami berharap dinas koperasi juga memberikan keringanan kepada KUD dalam pengembalian dana talangan," tegasnya.

Baca: Berkunjung ke Jembrana, Istri Gubernur Bali Minta Ibu Perhatikan Asupan Gisi dan Kesehatan Anak  

Baca: Diduga Depresi karena Utang, Subandi Pilih Gantung Diri di Kamar Mandi

Solusi jangka panjang yang disampaikannya adalah mengganti dengan jenis bibit invary 42 yang lebih tahan terhadap kondisi cuaca dan musim hujan, atau dengan bibit padi lainnya.

Tentu peran dari Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dan dinas terkait untuk menentukan waktu dan wilayah dengan menanam jenis yang tepat sehingga ketika terjadi gagal panen akibat permasalahan yang tidak diinginkan, mereka paling tidak mendapatkan jaminan.

Apalagi asuransi itu tergolong murah karena hampir 80% disubsidi oleh pemerintah pusat untuk premi asuransi yakni Rp 36.000/hektare.

“Program-program itu untuk melindungi petani, paling tidak memberikan mereka semangat untuk tetap bertani. Harus kita sadari, bahwa pertanian sangat penting,” imbuhnya.

Baca: Hanya Barang Produksi Bali yang Bisa Tempati Stan, Disperindag Bali Siapkan Tim Kurasi Pameran PKB

Baca: Gadget Berdampak Buruk, Kelompok Bali Kumara Akan Beri Pendidikan Seni pada Anak

Halaman
12
Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved