Kalapas Kelas IIA Kerobokan Sayangkan Kejadian Dalam Video Viral Pemindahan Napi
Diduga kuat, para napi itu berasal dari Lapas Kerobokan dan Lapas Narkotika Bangli, yang hendak diseberangkan lewat laut ke Lapas Nusakambangan, Jawa
Penulis: Busrah Ardans | Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Sebuah video amatir yang viral di media sosial seperti facebook dan instagram memperlihatkan beberapa narapidana diseret-seret oleh petugas lembaga pemasyarakatan (lapas) sedang ramai diperbincangkan.
Diduga kuat, para napi itu berasal dari Lapas Kerobokan dan Lapas Narkotika Bangli, yang hendak diseberangkan lewat laut ke Lapas Nusakambangan, Jawa Tengah.
Baca: Meneteskan Air Mata, Sariani Ungkap Sudah Sebulan Tak Tahu Nasib Suami di Nusakambangan
Dari pantauan Tribun Bali melalui grup facebook “Forum Pengamat Pemasyarakatan”, video yang diunggah pada Rabu (1/5/2019) itu telah ditonton jutaan viewer.
Dengan durasi 1.22 detik, rekaman video tersebut memperlihatkan beberapa napi diseret-seret dengan tangan dan kaki diborgol.
Video tersebut banyak menuai tanggapan netizen.
Tribun Bali mencoba menemui langsung Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIA Kerobokan Tonny Nainggolan di kantornya, Jumat (3/5/2019) sore, dan mewawancarai terkait video yang viral tersebut.
Nainggolan yang ditemani beberapa petugas lapas, menduga kuat bahwa para napi dalam rekaman video yang viral tersebut merupakan warga binaan pemasyarakatan dari Lapas Kerobokan dan Lapas Narkotika (Lapastik) Bangli.
Tonny menjelaskan, video tersebut tentang penerimaan warga binaan pemasyarakatan (WBP) asal Bali di Dermaga Wijayapura, Cilacap (Jawa Tengah).
Warga binaan yang dikirimkan ke Nusakambangan sebanyak 10 orang dari Lapas Kelas IIA Kerobokan.
Sebelumnya, Lapas Kerobokan bersama Lapastik Bangli juga mengirim sebanyak 16 napi ke Nusakambangan pada 27 Maret 2019 lalu.
"Video yang viral tersebut, kalau kami tidak salah, tertanggal 28 Maret 2019. Nah ada dugaan besar bahwa warga binaan pemasyarakatan yang diterima dalam video tersebut merupakan warga binaan yang dikirim dari Bali," kata Nainggolan.
Pihaknya menyayangkan adanya kejadian itu, apalagi lembaga pemasyarakatan sebetulnya menjadikan undang-undang tentang HAM, sebagai acuan dalam pembinaan narapidana.
"Jika dilihat dari video itu, kejadian tersebut berada di Dermaga Wijayapura, itu masih di daerah Pulau Jawa, yakni di Kabupaten Cilacap. Nah ke Nusakambangan itu kita harus naik kapal lagi, dan itu tampaknya terjadi saat akan masuk ke kapal," jelas dia.
Nainggolan mengungkapkan, proses pengiriman napi dilakukan setelah ada pengusulan ke Dirjen Pemasyarakatan.
Persetujuan memindahkan napi dari Lapas Kelas IIA Kerobokan ke Lapas Nusakambangan sudah disetujui dan dikeluarkan surat keputusan pemindahannya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/agung-saga-ditangkap-polisi-karena-narkoba.jpg)