Ramadan 2019

Kenapa Pengamatan Hilal di Bali Dilakukan di Pantai Patra Kuta? Begini Penjelasannya

Jelang bulan Ramadan, pengamatan hisab dan rukyat rutin dilakukan di 34 provinsi se-Indonesia, salah satunya di Bali

Kenapa Pengamatan Hilal di Bali Dilakukan di Pantai Patra Kuta? Begini Penjelasannya
Tribun Bali/Meika Pestaria Tumanggor
Suasana pengamatan hisab dan rukyat penentuan awal Ramadan di Pantai Patra, kuta, Minggu (5/5/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Meika Pestaria Tumanggor

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Jelang bulan Ramadan, pengamatan hisab dan rukyat rutin dilakukan di 34 provinsi se-Indonesia, salah satunya di Bali.

Pengamatan untuk menentukan awal bulan Ramadan di Bali dilakukan oleh Kementerian Agama Provinsi Bali, bersama BMKG, Pengadilan Agama Kota Denpasar dan Kabupaten Badung, MUI serta sejumlah ormas Islam di Bali.

Tim Rukyatul Hilal kanwil kementrian agama provinsi Bali melakukan pemantauan rukyatul hilal di pantai Patra Jasa, Kuta, Minggu (5/5/2019). Berdasarkan pemantauan tim rukyatul Hilal tidak terlihat karena tertutup awan.
Tim Rukyatul Hilal kanwil kementrian agama provinsi Bali melakukan pemantauan rukyatul hilal di pantai Patra Jasa, Kuta, Minggu (5/5/2019). Berdasarkan pemantauan tim rukyatul Hilal tidak terlihat karena tertutup awan. (Tribun Bali/Rizal Fanany)

Tim terpadu ini memilih Pantai Patra, Kuta sebagai lokasi untuk melihat keberadaan bulan.

Baca: Bos Yamaha Sebut Hasil Valentino Rossi Memalukan, Pertanda Tak Lagi Bersinar?

Baca: VIDEO! SEDANG BERLANGSUNG Live Streaming Trans7 MotoGP Spanyol 2019 SERI 4

Kasubid pengumpulan dan penyebaran BMKG Bali Ardhianto Septiadi menjelaskan, Pantai Patra dipilih sebagai lokasi pengamatan karena lokasi Pantai Patra terletak di sebelah barat bertepatan dengan lokasi matahari terbenam.

Selanjutnya di lokasi ini pula ufuk bulan terlihat jelas.

Suasana pengamatan hisab dan rukyat penentuan awal Ramadan di Pantai Patra, kuta, Minggu (5/5/2019).
Suasana pengamatan hisab dan rukyat penentuan awal Ramadan di Pantai Patra, kuta, Minggu (5/5/2019). (Tribun Bali/Meika Pestaria Tumanggor)

"Matahari kan terbenam di sebelah barat, jadi kita pilih pantai yang berada di sebelah barat. Sebenarnya banyak pantai yang ada di sebelah barat, tapi di Pantai Patra ini ufuk bulan bisa terlihat jelas," kata Ardhi.

Setelah melakukan pengamatan menggunakan teropong hilal selama 26 menit, dari pukul 18.09 hingga 18.35 Wita, bulan tidak terlihat.

Baca: Penentuan Awal Ramadan 2019, Bulan Tidak Terlihat di Bali

Baca: Mainkan Formasi Serang tapi Tak Menyerang, Tanggapan Wayan Sukadana Usai BU Takluk dari Persija

Pengamatan dilakukan secara intensif pada pukul 18.20 hingga 18.25 Wita.

Tim BMKG beberapa kali menjelaskan keadaan bulan yang diamati.

Pengamatan hisab dan rukyat penentuan awal bulan Ramadan di Pantai Patra, Kuta, Minggu (5/5/2019).
Pengamatan hisab dan rukyat penentuan awal bulan Ramadan di Pantai Patra, Kuta, Minggu (5/5/2019). (Tribun Bali/Meika Pestaria Tumanggor)

"Sekarang sudah pukul 18.20 Wita (tadi), matahari telah terbenam tapi masih terdapat bias dari sinar matahari," kata Ardi menjelaskan kepada peserta yang hadir dalam pengamatan hisab dan rukyat.

Pantauan Tribun-Bali.com di lapangan, meski kondisi cuaca di Pantai Patra pada Minggu (5/5/2019) sore cerah, namun hingga bulan terbenam pukul 18.35 Wita, bulan tidak dapat terlihat karena tertutup oleh awan tebal.(*)

Penulis: Meika Pestaria Tumanggor
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved