Ramadan 2019

Puasa Dijadikan Momentum untuk Menguruskan Badan, Ahli Gizi Ini Sebut Tidak Baik dan Tidak Sehat

Bulan Ramadan merupakan bulan suci yang ditunggu-tunggu bagi umat muslim di seluruh dunia.

Puasa Dijadikan Momentum untuk Menguruskan Badan, Ahli Gizi Ini Sebut Tidak Baik dan Tidak Sehat
tribun bali
Tradisi megibung di Masjid Al-Muhajirin, kampung islam Kepaon, Denpasar. Sabtu (27/6/2015). Megibung merupakan tradisi makan bersama dibulan ramadhan setiap sepuluh hari dengan menyelesaikan 30 juzz Al-Qur'an.(Tribun Bali/Rizal Fanany) 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Bulan Ramadan merupakan bulan suci yang ditunggu-tunggu bagi umat muslim di seluruh dunia.

Tidak hanya mengejar pahala beribadah, namun juga sebagai momentum menjaga pola makan dan kesehatan.

Ahli Gizi RSUP Sanglah, I Gusti Agung Ayu Dastini menjelaskan ibadah puasa yang masih sering dijadikan sebagai momentum menguruskan badan oleh beberapa orang dinilainya salah.

Saat menjalani ibadah puasa harus tetap memperhatikan pola makan yang harus tetap bagus dan makan harus sesuai kebutuhan.

Yang artinya tidak berlebihan ataupun kekurangan agar komposisi makanan tetap seimbang pada hari biasa ataupun pada saat menjalani ibadah puasa.

Baca: Tips Mengatur Pola Makan Pada Saat Menjalankan Ibadah Puasa Ramadan Agar Tetap Sehat Bugar

Asupan gizi harus tetap terpenuhi seperti karbohidrat, protein dan lemak.

"Jangan niatkan puasa untuk kurus. Itu sebenarnya tidak baik dan tidak sehat. Karena tujuannya kan ibadah. Bukan untuk menurunkan berat atau menguruskan badan. Karena sering kali saya dengar orang mau puasa untuk menurunkan berat badan. Padahal itu kan salah," ucapnya saat dikonfirmasi Tribun Bali, Minggu (5/5/2019).

Dijelaskannya, aktivitas pada saat puasa tidak seperti hari biasa dan terjadi penurunan aktivitas.

"Yang penting ya sesuaikan dengan kebutuhan tubuh. Pengaturan makan harus bagus. Sehingga cadangan di tubuh kita terpenuhi pada saat puasa sehingga tidak terjadi kelebihan," tambahnya.

Walaupun sedang menjalani ibadah puasa, disarankan tetap menjalani aktivitas berolahraga tetapi dalam bentuk olahraga ringan, seperti jalan kaki dan naik sepeda.

Halaman
12
Penulis: Noviana Windri
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved