Istri dan Anak Sehat, Bekerja Jadi Lebih Tenang

Muzaidin yang sehari-harinya berprofesi sebagai penjual pakaian keliling adalah peserta JKN-KIS segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) kelas satu

Istri dan Anak Sehat, Bekerja Jadi Lebih Tenang
DOK PRIBADI
Muzaidin 

TRIBUN-BALI.COM – Sejak awal berdirinya Program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) pada tahun 2014 silam, sudah jutaan orang yang tertolong oleh mulianya program ini. Dialah Muzaidin (34) salah satu dari jutaan orang tersebut.

Muzaidin yang sehari-harinya berprofesi sebagai penjual pakaian keliling adalah peserta JKN-KIS segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) kelas satu. Muzaidin pun tidak segan untuk bercerita kepada tim jamkesnews tentang pengalaman istri dan anaknya yang sudah tertolong oleh program JKN-KIS ini.

“Cerita ini berawal dari anugerah kehamilan kedua istri saya, namun dibalik kebahagiaan itu terselip kesedihan lantaran istri saya juga divonis menderita diabetes,” kenang Muzaidin.

Istri Muzaidin yang bernama Diyah Putriyani (33) adalah seorang ibu rumah tangga yang menderita diabetes sejak awal kehamilan anak keduanya.

“Alhamdulilah di tengah penyakit yang diderita oleh istri saya, anak laki-laki kedua saya bisa lahir dengan sehat dan lengkap tanpa kurang satu apapun melalui proses Seksio Caesarean (SC), dan tentunya biayanya ditanggung sepenuhnya oleh JKN-KIS,” Ungkap Muzaidin.

Muzaidin menambahkan jika ia sangat bersyukur dengan adanya program JKN-KIS dan ia bisa bekerja dengan tenang karena semua pelayanan kesehatan yang diperlukan bisa dijamin oleh program ini.

“Setelah divonis menderita diabetes, istri saya diwajibkan untuk kontrol setiap bulannya ke Rumah Sakit duntuk mendapatkan insulin yang harus digunakan istri saya setiap hari setelah makan maupun sebelum tidur,” cetus Muzaidin.

Muzaidin juga menyimpulkan dari pengalaman yang dia rasakan, bahwa tidak ada kata ribet dalam mengakses pelayanan kesehatan agar ditanggung oleh program JKN-KIS ini asalkan semua sesuai prosedur dan bisa bersabar karena peserta JKN-KIS ini adalah seluruh penduduk Indonesia.

“Untung saja ada program JKN-KIS, iurannya tidak sebanding dengan manfaat yang kami rasakan, terlebih pengobatan rutin istri saya setiap bulannya yang pastinya membutuhkan uang jutaan rupiah, buat kami bukanlah hal yang mudah namun menjadi mudah dengan adanya program JKN-KIS ini dan kini istri saya bisa beraktivitas dengan normal kembali tanpa memikirkan biaya pengobatan,” tutup Muzaidin dengan sumringah (adv)

Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved