Orangtua Bisa Pantau dari Ponsel, Dishub Terapkan GPS Tracking Armada Angkutan Siswa di 3 Kecamatan

Dinas Perhubungan (Dishub) Tabanan saat ini sudah mulai menerapakan Global Positioning System (GPS) Tracking pada sejumlah armada

Orangtua Bisa Pantau dari Ponsel, Dishub Terapkan GPS Tracking Armada Angkutan Siswa di 3 Kecamatan
Tribun Bali/I Made Prasetia Aryawan
GPS TRACKING - Belasan armada Trans Serasi parkir di sebelah barat Kantor Bupati Tabanan, Jumat (3/5/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Dinas Perhubungan (Dishub) Tabanan saat ini sudah mulai menerapakan Global Positioning System (GPS) Tracking pada sejumlah armada yang beroperasi di tiga sekolah yang ada di tiga kecamatan.

GPS tracking ini juga sudah bisa diakses melalui aplikasi pada ponsel android.

Dengan demikaian rute dari pergerakan armada yang sudah terpasang GPS bisa terpantau melalui genggaman.

Tiga sekolah yang dimaksud adalah SMPN 4 Pupuan, SMPN 4 Kerambitan, dan SMPN 3 Baturiti.

Kepala Dinas Perhubungan Tabanan, I Made Agus Hartawiguna menjelaskan, penerapan sistem online ini bertujuan melakukan pengawasan yang lebih efektif terhadap layanan yang dilakukan oleh armada angkutan siswa tersebut.

Baca: DJ Asal Australia Adam Sky Tewas di Bali, Diduga Tabrak Pintu Kaca Demi Selamatkan Teman

Baca: Desa Bresela Gianyar Pusatnya Penghasil Dulang Ukir, Anak Muda Mulai Lirik Potensi Pasarnya

"Selain itu juga, semakin luasnya jangkauan layanan peranan petugas pengawas tidak dapat dilakukan secara efektif karena mengharuskan untuk melakukan penambahan petugas terhadap trayek yang dilayani," ujar Agus Hartawiguna, Minggu (5/5/2019).

Agus mengatakan, penggunaan GPS Tracking yang terintegrasi dalam aplikasi ini akan lebih efektif, akurat dan real time dalam pelaksanaan pengawasan yang menjadi dasar menentukan besaran nilai pembelian layanan secara real cost.

"Aplikasinya juga bisa di-download melalui play store, kemudian bagi yang sudah men-download seperti siswa dan para orangtua bisa memonitor langsung lewat gadget," jelasnya.

Selain bisa termonitor lewat genggaman, kata dia, aplikasi ini juga dilengkapi dengan nomor polisi kendaraan, nama pramudi dan nomor telepon dari pramudi yang memungkinkan untuk bisa dihubungi maupun berkirim pesan melalui SMS.

Baca: Kisah Haru Perjuangan Kuli Bangunan Ini Datang Dimomen Kelulusan Putri Kecilnya, Berbaju Sederhana

Baca: Karni Ilyas Pamit Cuti ILC: Peselancar Pengalaman Tahu Kapan Harus Menarik Papan Selancar Pulang

Dan hingga saat ini baru bisa diakses di tiga kecamatan seperti Pupuan, Kerambitan, dan Baturiti.

"Baru bisa diakses untuk tiga layanan sekolah, layanan lain sedang dalam proses development,"

Ia menjelaskan terobosan GPS ini muncul selain karena keterbatasan personel untuk melakukan pencatatan real cost data pengamprahan, juga dikarenakan jarak trayek cukup jauh.

Proses pencatatan ini merupakan bentuk monitoring dari titik perjalanan menuju tempat tujuan, yang nantinya akan dijadikan dasar pengamprahan pembayaran layanan yang diberikan.

"Sistem ini akan terkoneksi dengan petugas di kantor Dinas Perhubungan," tandasnya.

Untuk diketahui, mengatasi tingginya angka kecelakaan lalu lintas yang melibatkan para pelajar serta mengurangi tingkat kemacetan, Pemkab Tabanan melalui Dinas Perhubungan Kabupaten Tabanan meluncurkan moda angkutan siswa yang diberi nama Trans Serasi sejak 2014 lalu.(*)

Penulis: I Made Prasetia Aryawan
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved