Rendam Pemukiman Warga, Luapan Danau Batur Lebih Tinggi dari Tahun Sebelumnya

Luapan air Danau Batur parah sejak beberapa pekan terakhir dan tinggi air saat ini hampir mencapai dua meter

Rendam Pemukiman Warga, Luapan Danau Batur Lebih Tinggi dari Tahun Sebelumnya
Istimewa
Sejumlah pemukiman warga di Desa Terunyan yang terendam luapan air Danau Batur belum lama ini. 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Luapan air Danau Batur parah sejak beberapa pekan terakhir. Informasi yang dihimpun, tinggi air saat ini hampir mencapai dua meter, lebih tinggi dibandingkan dengan luapan tahun-tahun sebelumnya.

Secara keseluruhan, tinggi luapan air hampir mencapai dua meter. Luapan air yang terjadi saat ini pun menurut pengakuan warga Desa Terunyan, Bangli, melebihi tinggi luapan tahun sebelumnya.

"Tahun lalu tingginya lebih dari 1,5 meter. Tahun ini ada kenaikan luapan air setinggi 30 sentimeter," kata warga Desa Terunyan, I Ketut Jaksa, Minggu (5/5/2019).

Jaksa mengatakan, sejatinya luapan air Danau Batur sempat surut beberapa sentimeter. Ini terjadi karena dalam satu pekan wilayah sekitar tidak turun hujan. Namun saat hujan kembali turun, debit luapan air danau diakui makin meninggi.

"Proses surutnya air danau ini sangat lambat. Kemarin saat tidak ada hujan, surut hanya dua hingga tiga sentimeter. Kalau surut, biasanya menjelang musim kemarau, atau saat musim kemarau. Sedangkan dengan kembali hujan, luapan air melebihi tinggi sebelumnya," ucap Jaksa.

Dengan luapan yang terjadi saat ini, Jaksa menilai pada tahun-tahun berikutnya juga berpotensi memperparah tinggi luapan air danau.

Pasalnya, kenaikan air danau tidak hanya disebabkan musim penghujan berkepanjangan, namun juga dipengaruhi faktor pendangkalan.

Saat disinggung pembangunan tanggul, serta peninggian jalan di sekitar yang tenggelam sesuai wacana tahun lalu? Jaksa mengatakan belum ada kelanjutannya.

"Sampai saat ini belum ada (kelanjutannya), entah apa penyebabnya kami juga tidak tahu. Harapan masyarakat pada pemerintah agar luapan ini ditangani dengan maksimal. Dengan apa atau bagaimana caranya, kami dari masyarakat hanya bisa memohon saja," ujarnya.

Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Kawasan Pemukiman (PUPRKim) Bangli, I Made Soma tidak memungkiri adanya wacana pembangunan tanggul serta peninggian jalan sebagai antisipasi luapan Danau Batur.

Namun wacana yang saat itu direncanakan penganggaran pada APBD perubahan, ternyata belum bisa direalisasi.

Kala itu pembangunan tanggul direncanakan sepanjang 70 meter dengan ketinggian satu meter terletak di Desa Buahan.

Sedangkan peninggian jalan, saat itu direncanakan penimbunan menggunakan tanah kapur di Desa Buahan dan Dusun Cemara Landung, Desa Terunyan. Sedangkan total kegiatan itu seluruhnya mencapai Rp 300 juta.

"Kalau soal peninggian jalan, kamu upayakan lewat anggaran rutin. Sedangkan untuk tanggul, kami usulkan kembali pada APBD Perubahan 2019," tandasnya. (*)

Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved