Ngopi Santai

Bagaimana Menyatukan Kembali Indonesia yang Terbelah? (1)

Di Indonesia kita sudah mengalaminya sejak Pilpres 2014 hingga sekarang. Bahkan kita punya idiom khusus yang sangat romantis: Cebong Vs Kampret.

Bagaimana Menyatukan Kembali Indonesia yang Terbelah? (1)
DOK Pribadi
Ahmad Faiz Zainuddin. 

Oleh: Ahmad Faiz Zainuddin

TRIBUN-BALI.COM - Jonathan Haidt adalah psikolog sosial dan Profesor of Ethical Leadership di New York University. Fokus penelitian beliau adalah bidang "psychology of morality".

Prof. Haidt menemukan bahwa saat ini di berbagai belahan dunia terjadi trend yang sangat mengkhawatirkan di mana masyarakat semakin terbelah dalam dua kubu yang saling membenci bahkan "jijik" satu sama lain.

Di Amerika ada pendukung presiden Trump Vs anti Trump.

Di Inggris ada Pro-Brexit Vs Anti Brexit. Di Eropa, Timur Tengah, Amerika Selatan juga mengalami hal yang sama.

Di Indonesia kita sudah mengalaminya sejak Pilpres 2014 hingga sekarang, entah kapan akan mereda.

Bahkan kita punya idiom khusus yang sangat romantis: Cebong Vs Kampret.

Beliau mengutip penelitian 33 tahun terhadap 3000-an pasangan suami-istri, oleh Prof. John Gottman dari University of Washington, Seattle, yang menemukan bahwa TIDAK MASALAH jika pasangan suami istri sering marah satu sama lain.

Marah bukanlah prediktor perceraian.

Tapi kalau mereka sudah mulai disgust (jijik) atau contempt (merasa pasangannya lebih rendah dibanding dia), maka bisa diprediksi dengan ketepatan lebih dari 90% mereka akan bercerai paling lama antara tahun ke-7 sampai ke-9 sejak mulai saling merendahkan (contempt) itu.

Halaman
1234
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved