Museum Tematik hingga Miniatur Bangunan Bali Kuno, Koster Rancang Pembangunan Pusat Kebudayaan Bali

Pemprov Bali tengah merancang pembangunan Pusat Kebudayaan Bali yang rencananya akan dibangun di bekas lahan (eks) galian C Gunaksa, Klungkung

Museum Tematik hingga Miniatur Bangunan Bali Kuno, Koster Rancang Pembangunan Pusat Kebudayaan Bali
Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali
Gubernur Bali Wayan Koster saat menghadiri rangkaian Karya Ngenteg Linggih di Pura Khayangan Bagawan Penyarikan, Desa Adat Sanggulan, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Selasa (7/5/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali dalam kepemimpinan Gubernur Wayan Koster dan Wakil Gubernur (Wagub) Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati saat ini tengah merancang pembangunan Pusat Kebudayaan Bali.

Saat menghadiri rangkaian Karya Ngenteg Linggih di Pura Khayangan Bagawan Penyarikan, Desa Adat Sanggulan, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Selasa (7/5/2019) pagi, Gubernur Koster menjelaskan mengenai Pusat Kebudayaan Bali tersebut.

Menurutnya, Pusat Kebudayaan Bali nantinya akan dibangun secara terintegrasi, yang isinya terdiri dari panggung terbuka dengan kapasitas 20 ribu sampai 25 ribu orang, dengan desain dan fasilitas berteknologi modern.

Selain itu, terdapat pula gedung pentas seni multifungsi yang tertutup dengan kapasitas 2.000 orang, museum tematik yang terdiri dari museum seni tari, seni rupa, gamelan, arsitektur, wastra (pakaian adat) Bali, dan museum lainnya yang berkaitan dengan kearifan lokal Bali.

Tak sampai disitu, di dalam Pusat Kebudayaan Bali juga akan dibangun miniatur seni yang merepresentasikan kabupaten/kota se-Bali, miniatur bangunan Bali kuno, ruang pameran serta berbagai fasilitas penunjang lainnya.

Baca: Begini Persaingan Ketat Jadi Kiper Utama di Bali United,  Sam Tunggu Kesempatan

Baca: Nilai Reformasi Birokrasi Pemprov Bali Tahun 2018 Hanya 67,79

"Saya sudah lapor ke Pak Presiden (Joko Widodo) untuk dibantu dan beliau menyambut baik. Nantinya di sana akan kita bangun panggung terbuka dengan kapasitas sampai dua puluh lima ribu orang, terus ada museum, ruang pameran, dan fasilitas lainnya,” kata Gubernur Koster.

“Pusat Kebudayaan Bali ini kita bangun untuk digunakan para seniman Bali. Rencananya akan dibangun di bekas lahan (eks) galian C Gunaksa, Klungkung," imbuhnya.

Selain memaparkan program mengenai Pusat Kebudayaan Bali, gubernur asal Desa Sembiran, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng ini juga memaparkan programnya dalam menata Bali secara fundamental.

Pembangunan Bali secara fundamental dan komprehensif tersebut mencakup tiga aspek utama yakni alam, krama, dan kebudayaan Bali berdasarkan nilai-nilai Tri Hita Karana, yang dilaksanakan dengan konsep kearifan lokal sesuai visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali.

Halaman
12
Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved