Upaya Peningkatan Kesejahteraan Petani Lewat Perda Sistem Pertanian Organik

Wakil Ketua DPRD Bali menilai kepemilikan lahan pertanian di Bali saat ini sangat kecil, hanya mencapai angka 0,36 are

Upaya Peningkatan Kesejahteraan Petani Lewat Perda Sistem Pertanian Organik
Tribun Bali/Made Prasetia Aryawan
Suasana subak di Desa Belimbing Tabanan. Upaya Peningkatan Kesejahteraan Petani Lewat Perda Sistem Pertanian Organik 

Upaya Peningkatan Kesejahteraan Petani Lewat Perda Sistem Pertanian Organik

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bali I Nyoman Sugawa Korry menilai kepemilikan lahan pertanian di Bali saat ini sangat kecil, hanya mencapai angka 0,36 are.

Dengan kepemilikan rata-rata yang sangat rendah ini, ia menilai peningkatan jumlah produksi pertanian tidak serta merta akan menjamin kesejahteraan petani.

Oleh karena itu, politisi Partai Golongan Karya (Golkar) ini menilai perlu adanya alternatif yang mampu menyejahterakan petani, salah satunya dapat diupayakan melalui pengembangan pertanian organik.

Baca: THR PNS dan TNI/Polri Cair Tanggal 24 Mei, Bukan Hanya Gaji Pokok, Berikut Rinciannya

Baca: Momen Unik Delegasi PBB Kenakan Batik Khas Indonesia, Sekjen PBB Pilih Tenun Bali

Seperti diketahui, saat ini DPRD Bali tengah menyusun Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) mengenai sistem pertanian organik.

Badan Pembentukan Peraturan Daerah DPRD Bali telah selesai melakukan kajian akademis mengenai perda tersebut dan telah diumumkan melalui rapat paripurna internal pada Senin (6/5/2019).

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bali I Nyoman Sugawa Korry saat ditemui awak media usai rapat paripurna DPRD Bali, Selasa (7/5/20190 siang.
Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bali I Nyoman Sugawa Korry saat ditemui awak media usai rapat paripurna DPRD Bali, Selasa (7/5/20190 siang. (Tribun Bali/I Wayan Sui Suadnyana)

Sugawa Korry mengatakan, dikeluarkannya Perda tentang Sistem Organik, selain sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan para petani, juga sebagai cara menjaga Bali dari segi lingkungan.

“Bagaimanapun Bali ini secara lingkungan harus dijaga terhadap produk-produk yang tidak ramah lingkungan,” kata dia saat ditemui awak media usai rapat paripurna DPRD Bali, Selasa (7/5/2019) siang.

Pengembangan sistem pertanian organik di Bali sejalan dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan, dan pada akhirnya produk organik akan selalu menjadi pilihan.

Halaman
1234
Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved