BPJS Kesehatan

Meskipun Kondisinya Sehat, Ketut Budi Arta Bangga Menjadi Peserta JKN-KIS

I Ketut Budi Arta yang sehari-harinya bekerja sebagai cleaning service merasakan manfaat menjadi peserta JKN-KIS

Meskipun Kondisinya Sehat, Ketut Budi Arta Bangga Menjadi Peserta JKN-KIS
BPJS Kesehatan
I Ketut Budi Arta yang sehari-harinya bekerja sebagai cleaning service di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Denpasar merasakan manfaat menjadi peserta JKN-KIS. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR -  “Bersyukur sekali bisa menjadi salah-satu peserta sehat yang bisa membantu peserta sakit yang membutuhkan,” ungkap Ketut di sela-sela jam istirahat siangnya

Dialah I Ketut Budi Arta yang akrab disapa Ketut. Sehari-harinya ia bekerja sebagai cleaning service di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Denpasar.

Ketut adalah peserta segmen Pekerja Penerima Upah (PPU) kelas dua.

“Bagus sekali program JKN-KIS ini, karena sakit itu datang dengan tidak terduga dan tidak semua orang memiliki biaya untuk pengobatannya. Jadi, dengan adanya program JKN-KIS ini peserta tidak perlu memikirkan biaya lagi,” cetus Ketut.

Ketut menambahkan, dirinya senang menjadi peserta yang sehat dengan kelebihan bisa menyehatkan peserta lainnya yang sedang sakit melalui iuran yang dipotong setiap bulan dari penghasilannya.

“Tak apa jika gaji saya dipotong untuk iuran JKN-KIS, ini adalah bentuk proteksi diri saya bila suatu saat mendapat musibah sakit dan saya akan lebih merasa bersyukur apabila selalu diberikan kesehatan,” ucap Ketut.

Program JKN-KIS adalah program sangat besar yang memerlukan peran serta dan pemikiran positif dari seluruh penduduk Indonesia.

Dengan adanya peran serta ini, pastinya program JKN-KIS akan dapat menyehatkan seluruh penduduk Indonesia.

Ketut juga mengaku merasakan kemudahan dalam mengakses dan mengecek kepesertaan JKN-KIS yang selalu disosialisasikan oleh petugas BPJS Kesehatan yaitu aplikasi mobile JKN.

"Dengan aplikasi ini salah satu keunggulan yang saya dapat adalah bisa mengubah faskes kapan saja dan dimana saja,” cetus Ketut.

Bekerja di BPJS Kesehatan, tentunya membuat Ketut dekat dengan peserta dan pelayanan di BPJS Kesehatan. Setiap harinya Ketut bertemu dengan peserta dari berbagai kalangan dari yang sakit sampai yang sehat.

Dari peserta JKN-KIS yang dilihatnya banyak pelajaran yang bisa diambil yang salah satunya adalah bersyukur atas kesehatan yang dirasakan, karena sehat tidak ternilai harganya.

“Kadang saya heran jika masih ada peserta sehat yang menanyakan iurannya dibawa kemana, padahal ini kan program pemerintah dengan sistem gotong royong dimana yang sehat membantu yang sakit dan secara tidak langsung program JKN-KIS ini adalah ladang pahala bagi peserta yang sehat,” pungkas Ketut. (*)

Editor: Widyartha Suryawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved