Program Makan Gratis untuk Penunggu Pasien di RSUD Karangasem Gagal Tender

rogram bantuan makan gratis untuk penunggu pasien kelas III Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Karangasem molor selama empat bulan lebih

Program Makan Gratis untuk Penunggu Pasien di RSUD Karangasem Gagal Tender
Tribun Bali/Saiful Rohim
Suasana ruang tunggu pasien kelas III RSUD Karangasem, Rabu (8/5/2019) 

TRIBUN.BALI.COM, AMLAPURA - Program bantuan makan gratis untuk penunggu pasien kelas III Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Karangasem molor selama empat bulan lebih. Ini karena program tersebut gagal tender.

"Januari memproses makanan, Februari pengadaan, dan Maret tender, tapi gagal," demikian ujar Direktur RSUD Karangasem, I Wayan Suardana, Rabu (8/5/2019) kemarin.

Ia mengatakan, gagal tender Maret lalu dikarenakan semua rekanan menawar di atas harga perkiraan sendiri (HPS).

Sedangkan dana bantuan makan gratis untuk penunggu pasien kelas III sebanyak RP 600 juta sampai akhir Desember 2019.

April 2019, kata dia, Pemkab kembali menenderkan dan sudah ada pemenangnya. Rekanan tersebut dari Karangasem.

Pihaknya berharap proses tender segera selesai sehingga bantuan makanan gratis bisa diberikan kepada para penggungu pasien.

Setelah tender, tim RSUD melakukan pengecekan standar makanan. Seperti cek gizi, kebersihan tempat masak, dan sebagaianya.

Makanan seperti daging dan sayuran, juga dicek. Jika memenuhi standar, rekanan bisa mendistribusikan makanan.

"Kalau sudah selesai pasti kami berikan jatahnya. Satu penunggu pasien mendapat satu bungkus nasi pagi hari. Sesuai kajian pemerintah memberi pagi hari karena sulit cari makan saat pagi. Selama tender, penunggu pasien tidak dapat," kata dia.

Pejabat asal Klungkung menambahkan, masalah ini sudah disampaikan ke penunggu pasien.

"Jumlah penunggu pasien kelas III hampir 70 persen dari jumlah kamar tidur di RSUD," kata Suardana.

Penunggu pasien berharap bantuan makanan gratis segera diberikan. Bantuan ini sangat membantu.

Untuk diketahui, program bantuan makan gratis untuk penunggu pasien kelas III dirancang Bupati Gusti Ayu Mas Sumatri.

Program ini hanya berlaku untuk penunggu pasien kelas III. Baik pasien umum maupun pasien penerima bantuan jaminan kesehatan. (*)

Penulis: Saiful Rohim
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved