Gairah Warga Nusa Penida Budidaya Rumput Laut Terganjal Bantuan Bibit

Demplot yang dilaksanakan di beberapa pesisir di Nusa Penida ini, justru menunjukan rumput laut berkambang dengan sangat baik

Gairah Warga Nusa Penida Budidaya Rumput Laut Terganjal Bantuan Bibit
TRIBUN BALI/EKA MITA SUPUTRA
Seorang warga sedang menjemur rumput laut di Desa Suwana, Nusa Penida, Jumat (10/5/2019). 

Gairah Warga Nusa Penida Budidaya Rumput Laut Terganjal Bantuan Bibit

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Hasil uji coba rumput laut tahun 2018, menunjukan jika budidaya rumput laut sangat memungkinkan dilakukan di wilayah Nusa Penida.

Menindaklanjuti potensi ini, Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Klungkung telah mengajukan proposal permohonan bibit rumput laut ke pemerintah pusat dan juga Pemerintah Provinsi Bali.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Klungkung, I Wayan Durma Jumat (10/5/2019) menjelaskan, dari hasil demplot (demontrasi plot) yang dilakukan, matinya rumput laut di wilayah Nusa Penida tidak disebabkan oleh limbah industri pariwisata.

Demplot yang dilaksanakan di beberapa pesisir di Nusa Penida ini, justru menunjukan rumput laut berkambang dengan sangat baik.

Baca: Menginap Bersama 2 Lelaki, Wanita Tanpa Identitas Ditemukan Termutilasi di Kamar Hotel

Baca: Mengambil Pelajaran Hidup dari Mas Nan dan Susiyati, Kesetiaan, Kesabaran, dan Kerja Keras

Baca: Dinsos Tunggak Utang Sampai Rp 677 Juta, RSUD Karangasem Lapor BPK

“Adapun dari hasil demplot itu ternyata hasil budidaya rumput laut baik-baik saja,” ungkap Durma belum lama

Hasil demplot pun telah disosialisasikan di beberapa desa seperti Suana, Ped dan Lembongan yang selama ini dikenal masyarakatnya dulunya sebagain besar hidup dengan budidaya rumput laut

"Ketiga desa itu menjadi pioritas karena potensi budidaya rumput laut di sana. Responsnya cukup bagus. Masyarakat di sana mengaku akan menanam kembali rumput laut itu,” ungkap Durma

Respon yang bagus dari masyarakat ini, ditindaklanjuti dengan membuat sekitar tujuh kelompok budidaya rumput laut dengan jumlah anggota mencapai ratusan orang.

Baca: Merasa Tak Diperhatikan Pemkab Gianyar, Petani Banjar Taro Kaja Relakan Tanah untuk Jalan Umum

Baca: Gadis 15 Tahun Masuk Perangkap Setelah Dimanja Ketua RT, Curhat ke Bibi Malah Makin Parah

Baca: Gubernur Bali Rencanakan Tutup Taksi Online, Begini Sikap Driver Taksol di Jayamahe

Petani yang sudah lama berhenti menjadi pembudidaya rumput laut pun, lalu memohon bantuan bibit yang bagus kepada pemerintah.

Pihaknya pun belum meberikan target, kapan budidaya rumput laut itu akan mulai digencarkan di Nusa Penida.

Mengingat masih harus menunggu kepastian atas jawaban proposal usulan bibit rumput laut tersebut dari pemerintah pusat dan provinsi Bali

"Kami masih menunggu kepastian dari pemerintah pusat dan provinsi, kapan bantuan itu turun. Barulah nanti bisa kami gencarkan budidaya rumput lautnya," ungkapnya. (*)

Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Rizki Laelani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved