Karyawan DTW Tanah Lot Pelatihan Peningkatan SDM, Dua Hal Ini jadi Tema Pembahasan

Sebanyak 153 orang karyawan DTW Tanah Lot mengikuti pelatihan peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM)

Karyawan DTW Tanah Lot Pelatihan Peningkatan SDM, Dua Hal Ini jadi Tema Pembahasan
DTW Tanah Lot
Suasana pelatihan peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) keada karyawan DWT Tanah Lot dengan tema Bahaya Terorisme dan Etika Pelayanan Publik di wantilan Pura Luhur Pakendungan, Desa Beraban, Kecamatan Kediri, Tabanan, Kamis (9/5/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Sebanyak 153 orang karyawan DTW Tanah Lot mengikuti pelatihan peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) dengan tema Bahaya Terorisme dan Etika Pelayanan Publik di wantilan Pura Luhur Pakendungan, Tanah Lot, Desa Beraban, Kecamatan Kediri, Tabanan, Kamis (9/5/2019).

Pemateri dalam tema ini juga langsung diisi oleh Kasat Binmas Polres Tabanan, AKP Ni Made Lestari.

Sementara itu untuk pemaparan tentang etika pelayanan publik dipaparkan langsung oleh Manager Operasional DTW Tanah Lot, I Ketut Toya Adnyana.

Kedua tema ini sangat penting maknanya mengingat DTW Tanah Lot adalah kawasan wisata yang dikunjungi banyak wisatawan domestik maupun mancanegara.

AKP Made Lestari memaparkan, saat ini perkembangan terorisme sangat masif dan terstruktur karena jaringan terorisme sangat mudah menyusup di lingkungan masyarakat dengan kemajuan teknologi melalui media sosial.

Baca: Ini Tips yang Harus Dilakukan Sebelum Menebang Pohon Agar Aman dari Gangguan Mahluk Gaib

Baca: Sempurnakan Program Pitra Jagra, RSUD Klungkung Bakal Sediakan Peti Mati Gratis

“Zaman sekarang kan cara untuk menularkan paham-paham radikalisme sudah semakin berkembang pesat. Yang paling efektif adalah melalui media sosial (medsos) karena tidak kenal waktu dan tempat. Siapa saja, kapan saja, dan dimanapun orang bisa akses dengan mudah hanya dengan modal handphone android serta paket internet,” katanya.

Kemudian, kata dia, untuk upaya pencegahan tidak bisa hanya oleh pemerintah atau aparat keamanan, tapi yang harus ikut berperan adalah seluruh elemen masyarakat.

Hal itu bisa dimulai dari diri sendiri dan keluarga terdekat.

Ia menegaskan, semua harus terlibat aktif karena perkembangannya sangat cepat.

“Caranya dari diri sendiri, keluarga, ataupun tetangga di lingkungan tempat tinggal kita. Jika ada gerak-gerik mencurigakan, maka lebih baik dilaporkan ke aparat terdekat agar bisa dicek selanjutnya. Dengan upaya-upaya tersebut diharapkan bisa mencegah terjadinya aksi terorisme yang meresahkan masyarakat. Selain itu dari pemerintah sendiri juga melakukan deradikalisasi terhadap orang-orang yang pernah berhubungan atau terlibat dengan paham radikal maupun aksi terorisme,” jelasnya.

Baca: Doa-doa Saat Hari Saraswati, Muliakan Pengetahuan dengan Melakukan Yoga

Baca: Made Gama Hati-hati Tentukan Alur Pahatan, Uji Kompetensi Sertifikasi Perajin Kriya Kayu Ukir

Halaman
12
Penulis: I Made Prasetia Aryawan
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved