Pameran Karya Seni Little Stars School, Siswa Manfaatkan Barang bekas

Sekolah Little Stars (Bintang Kecil) menggelar pameran karya seni di Sudakara Art Space

Pameran Karya Seni Little Stars School, Siswa Manfaatkan Barang bekas
Tribun Bali/M Firdian Sani
Karya siswa-siswi sekolah Little Stars dalam pameran karya seni dengan tema flora dan fauna di Sudakara Art Space, Jalan Sudamala, Sanur, Bali, pada Jumat (10/5/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, M. Firdian Sani

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Sekolah Little Stars menggelar pameran karya seni di Sudakara Art Space, Jalan Sudamala, Sanur, Bali, pada Jumat (10/5/2019).

"Ini acara sudah kami lakukan sebanyak 4 kali, dan ini kali pertama kami lakukan di luar sekolah," ujar Wiwin Windarti, kepala sekolah SD little stars.

Tema kali ini adalah flora dan fauna, hasil karya siswa-siswi mulai dari usia 1 sampai 8 tahun.

"Mengingat murid kami dari berbagai negara, kami ingin fokuskan untuk flora dan fauna yang ada di Indonesia. Kami ingin memperkenalkan binatang-binatang, termasuk yang akan punah, jadi kami kenalkan sejak dini dan ingin mengajarkan bahwa barang bekas masih bisa diolah," jelasnya.

Baca: Resmi! PT LIB Gandeng Shopee Jadi Sponsor Utama Liga 1 2019

Baca: Tandatangan PKS UHC, Kabupaten Bangli Raih Predikat UHC dengan Cakupan 98% Kepesertaan JKN-KIS

Pendidikan seni dianggap penting untuk menumbuhkan kreativitas dan imajinasi anak-anak.

Pada pameran kali ini, barang bekas menjadi bahan utama untuk membuat karya seni.

Ada lebih dari 300 karya seni mulai dari batik, diorama, 3D, origami, mozaik, lukisan, kolase, eco printing, dan transfer media menggunakan barang-barang daur ulang seperti botol plastik, botol kaca, kain perca, serpihan kayu, kertas bekas, batu, bambu dan tanah liat.

"Kami ingin memberi tahu bahwa barang bekas juga bisa dijadikan sebuah seni, jadi sampah itu bukan hanya sekadar untuk dibuang, kertas-kertas kecil juga masih bisa diolah menjadi karya seni," ujar Wiwin Windarti.

Baca: Dukung Praktek Siswa, Astra Motor Bali Serahkan 3 Unit Sepeda Motor Honda ke SMK

Baca: 28 Murid Rudy Hadisuwarno School Diwisuda Hari Ini

Untuk proses pembuatan, murid-murid masih membutuhkan bimbingan guru, mereka memerlukan waktu yang bervariatif, ada yang beberapa minggu menyelesaikan satu karya dan ada yang beberapa hari.

"Mereka mengumpulkan barang bekas dan diolah di sekolah, idenya berasal dari mereka, kami hanya memberikan bimbingan saja," kata Jeanny Novita Sidupa, ketua yayasan Little Star.

Nantinya karya ini akan dikembalikan ke anak-anak.

"Setelah pameran ini selesai, karya akan dikembalikan ke anak-anak lagi, sebagai koleksi," ungkap Wiwin windarti.

"Belum kepikiran kalau untuk menjual, tapi kami akan pertimbangkan untuk kedepannya, karena banyak yang tawarin untuk membeli, mungkin tahun depan, namun untuk saat ini kami tidak menjualnya," tuturnya. (*)

Penulis: M. Firdian Sani
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved