Transaksi 200 Butir Ekstasi, Napi Lapas Kerobokan Divonis 15 Tahun Penjara

Pria yang masih berstatus narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Kerobokan ini ditangkap kala menyerahkan 200 butir pil ekstasi

Transaksi 200 Butir Ekstasi, Napi Lapas Kerobokan Divonis 15 Tahun Penjara
Tribun Bali/I Putu Candra
Samsul Arifin menunduk kala menjalani sidang di PN Denpasar. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Setelah Moch Rizal divonis 17 tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, kemarin.

Di ruang dan jam berbeda, giliran Samsul Arifin (32) menjalani sidang putusan.

Pria yang masih berstatus narapidana di Lapas Kelas II A Kerobokan ini ditangkap kala menyerahkan 200 butir pil ekstasi ke Moch Rizal di depan rumah dinas kalapas.

Dari pembuktian di persidangan, majelis hakim memvonis Samsul Arifin dengan pidana penjara selama 15 tahun.

Vonis yang dijatuhkan majelis hakim pimpinan I Ketut Kimiarsa dua tahun lebih ringan dibandingkan tuntutan yang diajukan Jaksa Penuntut Umum (JPU) I Wayan Sutarta.

Pada sidang tuntutan sebelumnya, Samsul Arifin dituntut pidana penjara selama 17 tahun.

Baca: Resmi! PT LIB Gandeng Shopee Jadi Sponsor Utama Liga 1 2019

Baca: Tandatangan PKS UHC, Kabupaten Bangli Raih Predikat UHC dengan Cakupan 98% Kepesertaan JKN-KIS

Selain itu napi kasus jambret yang dipidana setahun lima bulan ini juga dituntut hukuman denda Rp 1 miliar subsider enam bulan penjara.

Dalam amar putusan majelis hakim menyatakan, terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan terbukti bersalah melakukan tindak pidana narkotik, sebagaimana Pasal 114 ayat (2) Undang-Undang RI No.35 tahun 2009 tentang Narkotik.

Disebutkan bahwa terdakwa tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar atau menyerahkan narkotik golongan I dalam bentuk bukan tanaman, yang beratnya melebihi 5 gram.

Berupa 2 paket berisi masing-masing 100 butir ekstasi, dengan berat total 99,10 gram netto.

"Mengadili, menjatuhkan pidana penjara terhadap terdakwa Samsul Arifin dengan pidana penjara selama 15 tahun, dikurangi selama berada dalam tahanan. Denda Rp 1 miliar subsider enam bulan penjara. Dengan perintah terdakwa tetap berada dalam tahanan," tegas Hakim Ketua I Ketut Kimiarsa.

Baca: Dukung Praktek Siswa, Astra Motor Bali Serahkan 3 Unit Sepeda Motor Honda ke SMK

Baca: 28 Murid Rudy Hadisuwarno School Diwisuda Hari Ini

Halaman
12
Penulis: Putu Candra
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved