Triwulan I 2019 Inflasi Bali-Nusra Sebesar 2,06 Persen, Turun Dibanding Triwulan IV 2018

Triwulan I tahun 2019 ini Bali-Nusra mengalami inflasi sebesar 2,06 persen

Triwulan I 2019 Inflasi Bali-Nusra Sebesar 2,06 Persen, Turun Dibanding Triwulan IV  2018
Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali
Gubernur Bali Wayan Koster saat menghadiri Rapat Koordinasi Wilayah Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Bali-Nusra di The Anvaya Beach Resort Bali, Badung, Kamis (9/5/2019) pagi. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali yang juga Kepala Bank Indonesia wilayah Bali dan Nusa Tenggara (Nusra) Causa Iman Karana melaporkan, triwulan I tahun 2019 ini Bali-Nusra mengalami inflasi sebesar 2,06 persen.

Kondisi ini lebih rendah dibandingkan inflasi pada triwulan IV tahun 2018 yang sebesar 3,13 persen.

Dijelaskan, secara spasial melandainya inflasi tahunan pada triwulan I tahun 2019 dibanding triwulan IV tahun 2018 terjadi di ketiga provinsi, baik Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Hal itu disampaikan Causa Iman Karana pada Rapat Koordinasi Wilayah Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Bali-Nusra di The Anvaya Beach Resort Bali, Badung, Kamis (9/5/2019) pagi, yang juga dihadiri oleh Gubernur Bali Wayan Koster.

"Inflasi yang masih terjadi di wilayah Bali-Nusra pada triwulan I tahun 2019 secara tahunan, terutama disebabkan oleh tekanan kenaikan harga yang tejadi di kelompok bahan makanan dengan komoditas, antara lain daging ayam ras, daging babi, telur ayam ras serta bawang merah," jelasnya merinci.

Baca: Diduga Akibat Bekas Abu Dapur Masih Menyala, Gudang Artana Ludes Terbakar

Baca: Wawancara Khusus - Tak Perlu Takut Beralih ke Pertanian Organik, Ini yang Harus Diperhatikan

"Selain itu, tekanan kenaikan harga di Bali-Nusra pada periode laporan juga didorong oleh kelompok komoditas transportasi dengan komoditas berupa angkutan udara," imbuhnya.

Ditambahkan, dalam upaya mewujudkan inflasi yang stabil untuk mendukung terwujudnya pertumbuhan ekonomi yang inklusif, tentunya diperlukan upaya seluruh pihak untuk dapat bersinergi dan bersama-sama menjaga pergerakan inflasi di wilayah Bali-Nusra, termasuk pada saat hari besar keagamaan.

Terjaganya nilai inflasi juga dapat mendorong peningkatan kesejahteraan seluruh tingkatan masyarakat.

"Kita identifikasi risiko inflasi pada saat hari besar keagamaan seperti Ramadan dan Idul Fitri saat ini, serta perumusan strategi pengendalian inflasi untuk menjaga inflasi tetap terkendali," katanya.

Halaman
12
Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved