Pro Kontra Sekar Gumitir sebagai Maskot Bangli, Bupati Tawarkan Tari Kertaning Danu Batur

Bupati Bangli, I Made Gianyar akhirnya buka suara terkait pro kontra bunga gumitir sebagai maskot Bangli

Pro Kontra Sekar Gumitir sebagai Maskot Bangli, Bupati Tawarkan Tari Kertaning Danu Batur
Tribun Bali/Fredey Mercury
Tari Bunga Gumitir saat pertama kali diperlihatkan pada HUT Bangli ke-815, Jumat (10/5/2019) 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI – Bupati Bangli, I Made Gianyar akhirnya buka suara terkait pro kontra bunga gumitir sebagai maskot Bangli.

Secara tegas, dirinya memberikan satu opsi lain yang menurutnya cocok menjadi maskot Bangli.

Ditemui usai Apel HUT Bangli, Made Gianyar mengungkapkan penggunaan Bunga Sandat sebagai maskot sudah tidak memungkinkan.

Ini mengingat bunga tersebut telah digunakan sebagai maskot oleh Kabupaten Tabanan. Di lain sisi, ia mengatakan ada pilihan alternatif terkait maskot ini.

Baca: Pro Kontra Bunga Gumitir sebagai Maskot Bangli, PHDI Bakal Rapat dengan Sulinggih dan Tokoh

"Ketika mendapat piagam geopark dulu, kita menciptakan tari geopark yang dalam bahasa Bali menjadi tari Kertaning Danu Batur. Sedangkan opsi lainnya adalah tari bunga mitir (gumitir). Jadi sekarang masyarakat Bangli tinggal memilih satu diantara dua,” katanya.

Gianyar mengatakan, ketiga tarian tersebut baik Tari Sekar Sandat, Tari Kertaning Danu Batur, maupun Tari Sekar Gumitir akan diadopsi dalam Perbup maupun Perda.

Baca: Maskot Jadi Sorotan pada Rembug Sastra Bangli, Bukan Gumitir tapi Sekar Ini yang Dirasa Tepat

Antara Tari Kertaning Danu Batur dan Tari Sekar Sandat yang nantinya akan dijadikan sebagai maskot. Sedangkan tari yang tidak terpilih, menurut Gianyar bisa dijadikan sebagai tari kebesaran Kabupaten Bangli.

“Karena itu (pembuatan tarian) menggunakan APBD. Sehingga harus mendapat pengakuan dari kita semua,” ungkapnya.

Pembuatan maskot juga diakui Gianyar sangat penting untuk melengkapi mars maupun hymne daerah. Terlebih lagi, kabupaten lainnya juga telah lebih dulu memiliki tari maskot.

“Orang lain menganggap itu penting, masa kita (menganggap) tidak penting? Sehingga pembuatan maskot itu menurut saya sangat penting. Kalau tidak sangat penting, tidak mungkin dianggarkan dalam APBD,” ujarnya.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved