2020 Mendatang, Bangli Beri Kredit Murah ke Petani dengan Bunga 3 Persen Per Tahun

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangli tengah berencana akan memberikan kredit murah ke petani.

2020 Mendatang, Bangli Beri Kredit Murah ke Petani dengan Bunga 3 Persen Per Tahun
Tribun Bali/I Wayan Sui Suadnyana
Bupati Bangli Made Gianyar (dua dari kanan) saat menghadiri acara pengabdian kepada masyarakat dari Magister (S2) Lahan Kering Fakultas Pertanian Universitas Udayana (Unud) di Banjar Yeh Mampeh, Desa Batur Selatan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli 

Laporan Jurnalis Tribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangli tengah berencana akan memberikan kredit murah ke petani.

Tidak tanggung-tanggung, kredit murah ini hanya memiliki bunga sebesar 3 persen per tahunnya yang akan dimulai pada 2020 mendatang.

"2020 kita akan mulai kredit pertanian yang bunganya 3 persen per tahun," kata Bupati Bangli Made Gianyar.

Hal tersebut diungkapkan Bupati Made Gianyar saat menghadiri acara pengabdian kepada masyarakat dari Magister (S2) Lahan Kering Fakultas Pertanian Universitas Udayana (Unud) di Banjar Yeh Mampeh, Desa Batur Selatan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli.

Baca: Hadir di Diskusi Peradah Bangli, Kun Adnyana Tegaskan Pemajuan Kebudayaan Bali Fokus Desa Adat

Baca: Nikmati Program Kebudayaan dan Kebugaran di Alaya Resort Ubud, Tersedia Paket 3 Hari 2 Malam

Pengabdian masyarakat tersebut juga atas kerja sama dengan Pemkab Bangli yang berlangsung pada Minggu (12/5/2019).

Bupati Made Gianyar mengatakan, kredit pertanian dengan bunga sebesar 3 persen per tahun ini sangatlah murah jika dibandingkan dengan kredit lainnya seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Dirinya menegaskan, jika petani ingin memperoleh kredit tersebut maka harus mengajukan ke Bank Daerah Bangli (Bank Pasar sekarang), namun barangnya tersedia di Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) yang berada di masing-masing desa.

Perlu digarisbawahi, bahwa kredit yang akan disalurkan nanti bukanlah kredit langsung dengan uang cash, melainkan diganti dengan barang sesuai dengan kebutuhan petani seperti pupuk, bibit, pestisida dan sebagainya.

Barang-barang itulah yang bisa diambil oleh petani di BUMDES sesuai dengan kebutuhan.

Halaman
123
Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved