Hadir di Diskusi Peradah Bangli, Kun Adnyana Tegaskan Pemajuan Kebudayaan Bali Fokus Desa Adat

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali kini tengah menyusun sebuah konsep pemajuan kebudayaan.

Hadir di Diskusi Peradah Bangli, Kun Adnyana Tegaskan Pemajuan Kebudayaan Bali Fokus Desa Adat
Dok Peradah Bangli/Tribun Bali
Kepala Dinas Kebudayaan (Kadisbud) Provinsi Bali I Wayan 'Kun' Adnyana (tengah) saat menjadi pembicara dalam Diskusi Bersama Peradah (DIPA) Bangli #3 di Gedung PHDI Bangli, Minggu (12/5/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali kini tengah menyusun sebuah konsep pemajuan kebudayaan.

Dalam konsep pemajuan kebudayaan Bali ke depan, Pemprov akan menitikberatkannya pada desa adat.

Keterlibatan desa adat dengan kebudayaan Bali dinilai sebagai hal yang tidak dapat dipisahkan.

“Kebudayaan Bali mencakup tradisi, adat, agama, seni, dan budaya. Cakupan tersebut tidak dapat dilepaskan dengan desa adat sebagai sebuah komunitas adat yang dibangun atas kahyangan tiga, awig-awig atau pararem, prajuru adat, karma adat, dan padruwen adat,” kata Kepala Dinas Kebudayaan (Kadisbud) Provinsi Bali I Wayan ‘Kun’ Adnyana.

Hal itu Kun Adnyana katakan saat menjadi pembicara kunci pada Diskusi Bersama Peradah (DIPA) Bangli #3 di Gedung Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Bangli, Minggu (12/5/2019).

Diskusi yang juga sebagai perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Bangli ke-815 yang jatuh pada 10 Mei 2019 juga menghadirkan unsur dari PHDI Bangli AA Karmadanarta, Koordinator Penyuluh Bahasa Bangli Putu Dedi Handana dan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bangli I Komang Charles.

Dalam diskusi yang mengambil tema “Potensi dan Strategi Kebudayaan di Kabupaten Bangli” itu, Kun Adnyana menjelaskan, pemajuan kebudayaan Bali meliputi empat aspek.

Aspek tersebut yakni pelindungan yang mencakup pemeliharaan, pengamanan, penyelamatan, dan publikasi.

Kemudian ada pengembangan yang meliputi penyebarluasan, pengkajian, dan pengayaan keberagaman.

“Selanjutnya adalah pemanfaatan yang mencakup kerakter bangsa, ketahanan budaya, serta kesejahteraan, peran aktif dan pengaruh bangsa di dunia internasional. Sedangkan aspek epmbinaan meliputi sumber daya manusia kebudayaan, lembaga kebudayaan, dan pranata kebudayaan,” jelasnya.

Dikatakan, upaya pemajuan kebudayaan Bali sejatinya telah dikukuhkan dalam tiga misi Gubernur-Wakil Gubernur Bali, Wayan Koster dan Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati.

“Pada misi ke-10 disebutkan pemajuan kebudayaan Bali melalui peningkatan pelindungan, pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan nilai-nilai tradisi, adat, agama, seni, dan budaya karma Bali, sedangkan pada misi ke-11 dinyatakan mengembangkan tata kehidupan karma Bali secara sakala dan niskala berdasar nilai-nilai Sad Kerthi,” ungkapnya.

Selain itu, pada misi ke-12 dinyatakan memperkuat kedudukan, tugas, dan fungsi desa adat dalam menyelenggarakan kehidupan krama Bali yang meliputi parahyangan, pawongan, dan palemahan.

“Tujuan pemajuan kebudayaan Bali berupaya menguatkan jati diri krama Bali, meningkatkan integritas krama Bali, dan meningkatkan kapasitas krama Bali,” tambahnya.

Terkait dengan hal tersebut, Wakil Ketua DPRD Bangli I Komang Carles mengatakan, kebudayaan Bali yang digarap berbasis desa semestinya dapat direspon dengan tepat oleh masyarakat, termasuk di Bangli sendiri.

Halaman
12
Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved