Impor 2 Kg Hasish dari India ke Bali, WN Jerman Dituntut 15 Tahun Penjara

Frank Zeidler (56) hanya duduk termangu saat mendengarkan penerjemah pendampingnya menjelaskan isi surat tuntutan yang dibacakan JPU

Impor 2 Kg Hasish dari India ke Bali, WN Jerman Dituntut 15 Tahun Penjara
Tribun Bali/Putu Candra
Frank Zeidler usai menjalani sidang tuntutan di PN Denpasar. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Frank Zeidler (56) hanya duduk termangu saat mendengarkan penerjemah pendampingnya menjelaskan isi surat tuntutan yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) di persidangan Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Senin (13/5/2019).

Warga Negara Asing (WNA) asal Jerman ini dituntut pidana 15 tahun penjara, dan terhindar dari pidana maksimal, yakni hukuman mati.

Frank sebelumnya ditangkap petugas Bea dan Cukai Bandara I Gusti Ngurah Rai karena membawa sekitar 2 kilogram (Kg) atau 2.105 gram narkotik jenis hasish.

Terhadap tuntutan jaksa, terdakwa yang didampingi penasihat hukum akan menanggapi dalam pembelaan (pledoi) tertulis. Nota pembelaan akan dibacakan pada sidang pekan depan.

Sementara Jaksa Made Putriningsih dalam pembacaan surat tuntutan menyatakan bahwa terdakwa kelahiran Berlin, 13 Maret 1962 ini dinilai terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana narkotik, sebagaimana dakwaan pertama.

Baca: Masih Lakukan Penyelidikan, Kapolresta Harap Pelaku Tabrak Lari di Benoa Square Serahkan Diri

Baca: Mendagri Ajak Kepala Daerah Komitmen Eliminasi Malaria, Targetkan Pencapaian Eliminasi Penuh di 2030

Disebutkan, terdakwa tanpa hak atau melawan hukum mengimpor narkotik golongan I jenis hasish dalam bentuk tanaman beratnya melebihi 1 Kilogram dengan berat 2.105 gram netto.

Frank pun dijerat Pasal 113 ayat (2) Undang-Undang RI No.35 tahun 2009 tentang Narkotik.

"Menuntut, menjatuhkan pidana kepada terdakwa Frank Zeidler dengan pidana penjara selama 15 tahun, dikurangi selama menjalani tahanan sementara, dengan perintah tetap ditahan. Dan denda Rp 2 miliar, subsidair enam bulan penjara," tegas Jaksa Putriningsih di hadapan majelis hakim pimpinan Esthar Oktavi.

Dibeberkan dalam surat dakwaan, bahwa petugas berhasil mengamankan hasish sebanyak 2 kg lebih yang diselundupkan oleh terdakwa.

Terdakwa ditangkap saat tiba di Terminal Kedatangan Internasional Bandara I Gusti Ngurah Rai, Tuban, Kuta, Badung, awal Desember 2018 sekitar pukul 15.00 Wita.

Baca: BPJS Kesehatan Denpasar Gelar Forum Kepatuhan dan MOU Dengan Kejaksaan Negeri Tabanan

Baca: Tahun 2019 Ini, Denpasar Mulai Salurkan KUR untuk yang Akan Bekerja ke Luar Negeri

Halaman
12
Penulis: Putu Candra
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved