Lakukan Pengeroyokan hingga Korban Meninggal, Tiga Pelaku Divonis Enam Tahun

Ketiganya divonis enam tahun penjara karena terbukti bersalah melakukan pengeroyokan hingga korbannya, Aka Haleku Marambatana (27) meninggal dunia.

Lakukan Pengeroyokan hingga Korban Meninggal, Tiga Pelaku Divonis Enam Tahun
Tribun Bali/Putu Candra
Ketiga pelaku saat menjalani sidang di PN Denpasar. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - I Gusti Bagus Deva Aditya alias Deva (21), I Gusti Bagus Surya Adiaksa alias Surya (18) dan I Ketut Alit Wiguna alias Alit (20) terus menundukan kepala saat majelis hakim membacakan amar putusan di sidang Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Senin (13/5/2019).

Ketiganya divonis enam tahun penjara karena terbukti bersalah melakukan pengeroyokan hingga korbannya, Aka Haleku Marambatana (27) meninggal dunia.

Vonis majelis hakim pimpinan IGN Partha Barghawa lebih ringan dua tahun dibandingkan tuntutan yang diajukan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Sebelumnya, Jaksa I Made Gde Bamaxs Wira Wibowo menuntut ketiga pemuda tersebut dengan pidana penjara selama delapan tahun.

Dalam pembacaan amar putusan, Hakim ketua IGN Partha Barghawa menyatakan, para terdakwa bersalah melakukan tindak pidana pengeroyokan, yakni dengan terang-terangan dan dengan tenaga bersama melakukan kekerasan terhadap orang, dan kekerasan yang digunakan mengakibatkan maut.

Ketiganya pun dijerat Pasal 170 ayat (2) ke-3 KUHP.

Baca: Fakta-fakta TPA Princess House Children Denpasar Terungkap Setelah Kematian Bayi Elora

Baca: Walhi Bali Ajak Masyarakat Legian Waspadai Proyek Reklamasi dari Teluk Benoa hingga Bandara

"Menjatuhkan pidana kepada terdakwa I Gusti Bagus Deva Aditya alias Deva, I Gusti Bagus Surya Adiaksa alias Surya dan I Ketut Alit Wiguna alias Alit dengan pidana penjara selama enam tahun. Dikurangi selama berada dalam tahanan sementara, dengan perintah tetap ditahan," tegas Hakim Ketua IGN Partha Barghawa.

Atas vonis majelis hakim, para terdakwa yang didampingi tim penasihat hukum dari Pos Bantuan Hukum (PBH) Peradi Denpasar menyatakan menerima.

Di sisi lain, jaksa belum bersikap dan masih pikir-pikir.

Sebagaimana diungkap dalam surat dakwaan jaksa ihwal terjadinya perkara ini, berawal pada hari Sabtu, 1 September 2018 sekitar pukul 23.00 Wita, terdakwa Deva baru selesai bekerja di sebuah warung di Seminyak, Kuta.

Halaman
123
Penulis: Putu Candra
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved