Pantai Lebih Tak Lagi Jadi Tempat Banyupinaruh, Dampak Abrasi Hilangkan Pesisir Pantai

Pantai Lebih tak lagi jadi tempat Banyupinaruh, karena dampak abrasi yang juga tlah menghilangkan Pesisir Pantai

Pantai Lebih Tak Lagi Jadi Tempat Banyupinaruh, Dampak Abrasi Hilangkan Pesisir Pantai
Tribun Bali/Eri Gunarta
Warga mengambil air Pantai Lebih, Gianyar menggunakan jerigen untuk melukat Hari Banyupinaruh, Minggu (12/5/2019). Pantai ini jarang digunakan untuk Banyupinaruh setelah kena abrasi. 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR – Ni Putu Inten Putri (18) tampak bersemangat usai memarkir kendaraannya di Pantai Lebih, Gianyar, Minggu (12/5/2019) pagi.

Perempuan asal Gianyar kota ini, ingin melukat serangkaian Hari Suci Banyupinaruh. Namun semangatnya hilang, lantaran ombak yang ganas, serta tak adanya pesisir pantai, yang ada hanya air laut yang membentur tanggul pantai.

Lantaran tak memungkinkan untuk ‘mandi’ di Pantai Lebih, Intan dan teman-temanya kebingungan. Akhirnya ia melihat sejumlah umat yang melukat di Cucuk, Desa Medahan, Blahbatuh yang berjarak sekitar satu kilometer di barat Pantai Lebih.

Lantaran tak memiliki pilihan lain, Intan terpaksa berjalan kaki di trotoar Pantai Lebih untuk mencapai Pantai Cucuk.

“Kalau dilihat, jaraknya dekat, tapi setelah berjalan jauh sekali. Tapi apa boleh buat,” ujarnya.

Pedagang Pantai Lebih, Ni Nyoman Putriani mengatakan, di Hari Banyupinaruh ini, Pantai Lebih hanya menjadi tempat parkir.

Sebab yang datang ke sana, tidak berani mandi, karena kondisi Pantai Lebih yang tak lagi memilii pesisir. Umat yang telah terlanjur memakirkan kendaraannya di Pantai Lebih, kata Putrinasi, banyak yang berjalan kaki untuk menuju Pantai Cucuk. 

“Dari pagi, banyak, bahkan ratusan orang yang ke sini (Pantai Lebih), tapi mereka mandinya tidak di sini. Karena tidak ada pasirnya. Mereka pindah ke barat (Pantai Cucuk), karena di sana masih ada pasirnya. Makanya, di sini jadi tempat parkir saja, yang mandi tak ada,” ujar peremuan asal Banjar Lebih Beten Klod itu.

Namun Putriani menegaskan, Pantai Lebih tidak selamanya tidak memiliki pasir.

“Tidak terus seperti ini, kemarin atau saat air laut sedang surut, pasirnya ada kok. Tapi memang sih agak jarang, lebih seringan seperti ini,” ujarnya.

Halaman
123
Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved