Tahun Ini Ada Empat Kasus Malaria Ditemukan di Bali, Seluruhnya Kasus Impor

Tidak bisa dihindari adanya kasus-kasus impor, seperti pendatang yang masuk ke Bali yang membawa penyakit tersebut.

Tahun Ini Ada Empat Kasus Malaria Ditemukan di Bali, Seluruhnya Kasus Impor
Istimewa
Nyamuk malaria 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Malaria merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh parasit Plasmodium.

Parasit ini hidup dan berkembang biak dalam sel darah merah manusia dan ditularkan oleh nyamuk Malaria (Anopheles) betina.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr. Ketut Suarjaya mengaku penyakit Malaria yang ditemukan di Bali sudah bisa dikendalikan.

Namun yang tidak bisa dihindari adanya kasus-kasus impor, seperti pendatang yang masuk ke Bali yang membawa penyakit tersebut.

Berdasarkan data tahun 2018, ditemukan 13 kasus Malaria impor yang terjadi di wilayah Provinsi Bali.

Dikatakan Suarjaya, semua kasus dibawa orang yang berasal dari luar Bali yang datang dan tinggal di Bali.

Mereka kemudian sakit, dan setelah diperiksa ditemukan empat pasien yang positif Malaria.

“Mereka memang bekerja, dan tinggal beberapa saat karena pekerjaannya di Bali. Kemudian kumat sakitnya. Pasien tersebar di Karangasem, Klungkung, Buleleng,” kata dr.Suarjaya usai Peringatan Hari Malaria Sedunia di Desa Budaya Kertalangu Denpasar, Senin (13/5/2019).

Selanjutnya, tahun 2019 ini ditemukan empat kasus impor Malaria, yang mana orang-orangnya juga merupakan pendatang yang datang dari luar daerah dan bekerja di Bali, kemudian dideteksi terjangkit Malaria.

Suarjaya menyebut upaya-upaya yang dilakukan Dinkes Provinsi Bali dalam pencegahan penyebaran penyakitnya adalah menemukan penyakitnya dengan cara aktif maupun pasif, melakukan deteksi dini serta memberi pengobatan.

Halaman
123
Penulis: Wema Satya Dinata
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved