AKP Sona Traktir Bakso Pelajar Konvoi, Bentuk Terima Kasih Atas Ketertiban Berlalu Lintas

Kasat Lantas Polres Bangli, AKP I Nengah Sona mentraktir bakso kepada para siswa yang merayakan kelulusan sembari memberi imbauan dalam berlalulintas

AKP Sona Traktir Bakso Pelajar Konvoi, Bentuk Terima Kasih Atas Ketertiban Berlalu Lintas
Tribun Bali/Fredey Mercury
Kasat Lantas Polres Bangli, AKP I Nengah Sona melakukan pendekatan dengan cara berbeda terhadap siswa yang merayakan konvoi. Ia mentraktir mereka bakso sembari memberi imbauan dalam berlalulintas. 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Ada yang unik dari perayaan kelulusan para siswa SMA/K di Bangli.

Kasat Lantas Polres Bangli, AKP I Nengah Sona melakukan pendekatan dengan cara berbeda terhadap siswa yang merayakan konvoi.

Pria berkumis ini mentraktir mereka bakso sembari memberi imbauan dalam berlalulintas.

Upaya yang dilakukan adalah bentuk apresiasi dari Polres Bangli kepada para pelajar karena tertib berlalu lintas saat merayakan kelulusan. Ia pun tak canggung mengucapkan rasa salutnya dengan bentuk traktiran.

"Kami salut dengan anak-anak ini. Karena dalam merayakan kelulusannya, mereka tertib dan tidak ugal-ugalan di jalan, serta menghargai pengguna jalan lain. Karenanya hal ini patut dicontoh dan dipertahankan. Sebab kelengkapan berkendara, adalah demi keselamatan bersama,” tandasnya, Senin (13/5/2019).

Sementara itu, Kasubag Humas Polres Bangli, AKP Sulhadi mengatkaan, pengumuman kelulusan tahun ini masih ditemukan siswa yang melakukan konvoi.

Polisi memberi pengarahan pada siswa SMA/SMK saat melakukan konvoi di wilayah Kintamani, Bangli, Senin (13/5/2019).
Polisi memberi pengarahan pada siswa SMA/SMK saat melakukan konvoi di wilayah Kintamani, Bangli, Senin (13/5/2019). (Istimewa)

Rata-rata siswa mengarah ke Kintamani. Meski demikian, ia katakan secara umum konvoi dilakukan secara tertib dan tidak ada kecelakaan.

“Ada beberapa yang dihentikan oleh petugas saat berada di dekat geopark. Mereka diberi pembinaan, agar tidak berlebihan meluapkan kegembiraan dan mengganggu pengendara lain. Tidak ada tilang. Hanya pendekatan secara persuasif pada anak-anak. Kebanyakan mereka ke Kintamani karena ingin jalan-jalan ke tempat wisata,” ujarnya.

Berdasarkan hasil pengumuman kemarin, satu orang dari total 1460 peserta ujian tingkat SMK dinyatakan tidak lulus.

Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK Bangli, I Wayan Suparta mengatakan, satu peserta tidak lulus dari total 13 SMK di Bangli.

Halaman
123
Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved